Manfaat Kelapa Sawit Bagi Kesehatan

0
586

PERDEBATAN mengenai dampak positif dan negatif minyak kelapa sawit terhadap kesehatan terus berlanjut. Sejumlah kalangan percaya bahwa kandungan asam falmitat dalam minyak kelapa sawit bisa memicu penyakit kardiovaskular.

Sementara itu, banyak pula kalangan yakin bahwa kandungan vitamin A dan E dalam minyak kelapa sawit, terutama tocopherol dan tocotrienol, merupakan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sejumlah penelitian justru membantah korelasi asam palmitat dengan kardiovaskular itu. Mayoritas kajian yang telah direview oleh Fattore dan Fanelli (2013) menunjukkan bahwa asam palmitat tidak memiliki peran yang merugikan terkait penyakit kardiovaskular. Asam palmitat hanya sedikti sekali meningkatkan kolesterol LDL dan HDL sehingga efeknya terhadap LDL/HDL yang merupakan penciri utama dalam risiko kardiovaskular relatif netral.

Tentu saja, hasil kajian tersebut juga mendapat bantahan dari sejumlah kajian lainnya. Namun yang pasti, minyak kelapa sawit terbukti memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Salah satu kandungan yang terdapat dalam minyak kelapa sawit adalah fitosterol, yakni senyawa yang secara alamiah membantu menurunkan kolesterol. Nutrisi tersebut juga mempunyai banyak  manfaat kesehatan seperti meningkatkan fungsi otak, mengurangi risiko pembentukan gumpalan darah di arteri (efek antitrombotik), dan menurunkan tekanan darah.

Kandungan vitamin A yang ada dalam kelapa sawit akan sangat bermanfaat untuk kesehatan mata, termasuk mencegah katarak. Sebagai sumber energi, kelapa sawit ternyata juga dipercaya berfungsi sebagai multivitamin yang dapat menambah energi pada tubuh Anda sehingga tidak mudah letih dan siap untuk beraktivitas setiap hari.

Kelapa sawit juga mampu membasmi kolesterol jahat di dalam tubuh, dengan syarat cara mengkonsumsinya harus benar karena jika berlebihan justru akan menjadi sumber kolesterol itu sendiri.  Manfaat kelapa sawit lainnya adalah mencegah penyakit kanker dan memberikan perlindungan kepada otak sehingga kinerja otak bisa terjaga baik.

Lalu, bagaimana masyarakat menyikapi perbedaan pandangan mengenai dampak sawit, khususnya minyak kelapa sawit? Saran Kepala Departemen Pencegahan Kardiologi dan Rehabilitasi pada Asian Heart Institute Dr Ashish Contractor mungkin bisa menjadi rujukan. Pakar kesehatan jantung itu menyarankan agar masyarakat mengonsumsi minyak goreng dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.

Minyak goreng yang dimaksud tidak terbatas pada minyak kelapa sawit, tetapi juga bisa berupa minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan lain-lain. Menurutnya, penggunaan minyak goreng dalam jumlah sedang, sekitar 0,5 sampai 0,7 liter per bulan tidak akan berdampak buruk. Hal yang mungkin berbahaya adalah jika seseorang mencampur minyak goreng dengan bahan tambahan lain.

“Yang dilihat adalah seberapa sering seseorang menggunakan minyak goreng itu dan melihat komposisi spesifik dari minyak goreng,” ujar Dr Ashish dikutip Times of India sebagaimana diberitakan Liputan 6 (15/6/2016). ****

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini