Sawit Kontributor Utama PDB Indonesia

0
434

Eksistensi kalapa sawit di Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Salah satu sub sektor perkebunan terpenting di Indonesia ini mampu menjadi kontributor dominan bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Kementerian Pertanian menyebutkan, sampai saat ini kelapa sawit masih menjadi komoditas utama yang menghasilkan devisa bagi negara. Pada 2016, secara keseluruhan sektor perkebunan menyumbang Rp429 triliun bagi PDB. Dari jumlah itu, sebanyak Rp260 triliun atau separuh lebih darinya disumbang dari subsektor kelapa sawit saja. Selebihnya disumbang antara lain oleh karet, kelapa, kopi, kakao dan tebu.

Kontribusi dari sektor perkebunan itu lebih besar dibandingkan kontribusi sektor minyak dan gas (migas) yang menyumbang Rp 365 triliun. “PDB sektor perkebunan tersebut terutama dari 15 komoditas yang menghasilkan devisa dan sumbangan terbesar berasal dari kelapa sawit yang mencapai Rp260 triliun,” kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang melalui keterangan tertulisnya, (12/12/2017).

Menurut Bambang produktivitas kelapa sawit rata-rata nasional baru sekitar dua ton per hektar. Pihaknya bertekad untuk meningkatkan produktivitas melalui sinergi dengan pelbagai kepentingan. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas adalah dengan meremajakan atau replanting perkebunan sawit rakyat.

Dari total 470 ribu hektare perkebunan sawit rakyat, seluas 350 ribu hektare diantaranya telah berusia tua sehingga produktivitasnya rendah, kurang dari 10 ton per tandan buah segar per tahun. Pada Oktober 2017, Presiden Joko Widodo meresmikan dimulainya peremajaan 4.400 hektare perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Peremajaan berikutnya dilakukan di Sumatera Utara mencakup luas lahan sebanyak 9.109,29 hektare.

Untuk mendukung pelaksanaan peremajaan kebun kelapa sawit pekebun, pemerintah telah menghimpun dana pungutan ekspor CPO yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta didukung oleh kredit dari perbankan. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini