Selain BPDPKS, Bank Turut Danai Replanting

0
248

KALANGAN pengusaha kelapa sawit nasional akan bekerjasama dengan perbankan nasional untuk mendanai program replanting perkebunan kelapa sawit rakyat. Kerjasama ini untuk mendapatkan pendanaan di luar yang diberikan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Tahun ini pemerintah menargetkan akan meremajakan (replanting) 185.000 hektare perkebunan sawit rakyat. Sesuai peraturan, BPDPKS sebagai pengelola dana sawit, memiliki kewajiban untuk  membantu pendanaan program replanting. BPDPKS mengalokasikan dana sebesar Rp 25 juta per hektare bagi petani peserta replanting. Mengacu kepada target tersebut, alokasi dana replanting diperkirakan Rp 4,6 triliun pada tahun ini.

“Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) akan bekerjasama dengan perbankan di luar dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mendukung replanting,” ungkap Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono dalam Musyawarah Nasional X Gapki, beberapa waktu lalu.

Dukungan pengusaha terhadap replanting ini merupakan upaya untuk meningkatkan produksi kelapa sawit rakyat dalam kerangka kemitraan petani dan pengusaha. Selama ini kemitraan telah terjalin dalam skema perkebunan inti-plasma. Saat ini sudah banyak perkebunan plasma yang berkembang menjadi perkebunan mandiri dan diperkirakan sudah mencapai 800 ribu hektare. “Target tahun 2019 luas petani mandiri bertambah menjadi 900.000 ha,” terang Joko.

Selain itu, industri sawit juga akan mengembangkan kemitraan dengan petani swadaya. Luas lahan petani swadaya yang telah menjadi mitra industri seluas 370.000 ha dan akan terus ditambah. Joko bilang target kemitraan industri sawit dengan petani swadaya sebesar 450.000 ha. ****

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini