The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Coopertaion Meeting IMT-GT Berhasil Perkuat Kerja Sama Regional dan Dorong Penandatanganan Nota Kesepahaman Kelapa Sawit

The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Coopertaion Meeting IMT-GT Berhasil Perkuat Kerja Sama Regional dan Dorong Penandatanganan Nota Kesepahaman Kelapa Sawit

Medan, 21 Juli 2026 – Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Cooperation Meeting dalam rangkaian The 19th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Working Group on Agriculture and Agribusiness (WGAA) Meeting. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.

Sebagai tiga negara produsen utama kelapa sawit dunia, Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pasokan minyak sawit global. Secara bersama-sama, ketiga negara menyumbang sekitar 87 persen produksi minyak sawit dunia, dengan Indonesia sebagai produsen terbesar, diikuti Malaysia dan Thailand. Posisi strategis tersebut menjadikan kerja sama di bawah kerangka IMT-GT semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari peningkatan produktivitas, keberlanjutan, pemberdayaan pekebun, hingga penguatan akses pasar internasional.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Chairman PIT POC, Dato' Razali bin Mohamad. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Head of Delegation (HoD) Indonesia, Hendratmojo Bagus Hudoro, sementara Delegasi Malaysia dipimpin oleh Norhayati binti Md. Husin dan Delegasi Thailand dipimpin oleh Ms. Hirunya Srasom.

Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Hendratmojo Bagus Hudoro menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi serta menegaskan bahwa kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Thailand di sektor kelapa sawit perlu terus diperkuat untuk menghadapi dinamika perdagangan internasional, tuntutan keberlanjutan, serta tantangan perubahan iklim. Melalui IMT-GT, ketiga negara diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam peningkatan produktivitas, hilirisasi, pemberdayaan pekebun rakyat, inovasi, serta harmonisasi berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Salah satu capaian utama dalam pertemuan ini adalah penyampaian konfirmasi mengenai persetujuannya terhadap MoU on the Palm Oil on IMT-GT. Dengan perkembangan tersebut, seluruh negara anggota menyambut baik tercapainya kesepakatan terhadap substansi naskah MoU sebagai tonggak penting dalam memperkuat kerja sama regional di sektor kelapa sawit.

MoU tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kolaborasi di berbagai bidang, antara lain peningkatan produktivitas, pengembangan industri hilir, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), promosi praktik budidaya berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, serta pertukaran informasi dan pengalaman antarnegara di subregional Indonesia Malaysia dan Thailand.

Sejalan dengan hal tersebut, para delegasi mengusulkan agar penandatanganan MoU dilaksanakan pada The 32nd IMT-GT Ministerial Meeting yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2026. Penandatanganan pada tingkat Menteri diharapkan mencerminkan komitmen politik yang kuat dari ketiga negara dalam memperkuat kerja sama strategis di sektor kelapa sawit.

Pertemuan juga berhasil mengadopsi Terms of Reference (ToR) PIT POC sebagai pedoman pelaksanaan kerja sama ke depan. Adopsi ToR ini akan memperjelas mekanisme koordinasi, pelaksanaan program, serta pembagian peran antarnegara anggota dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif yang telah disepakati.

Selain itu, para peserta memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Webinar on Oil Palm Smallholder Empowerment pada Juni 2026. Webinar tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan pekebun kelapa sawit rakyat.

Perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Normansyah Syahrudin, turut menyampaikan apresiasi terhadap hasil penyelenggaraan webinar tersebut dan berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti menjadi program konkret dalam mendukung pemberdayaan pekebun kelapa sawit. Menindaklanjuti keberhasilan tersebut, PIT POC mengusulkan agar webinar serupa kembali menjadi bagian dari program kerja tahun 2027.

Dalam pembahasan agenda mendatang, Malaysia menyampaikan kesediaannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan PIT POC berikutnya. Pertemuan menyepakati bahwa The 5th PIT POC Meeting akan dilaksanakan secara virtual, sedangkan The 6th PIT POC Meeting akan diselenggarakan secara tatap muka dan dilaksanakan secara back-to-back dengan penyelenggaraan WGAA Meeting.

Seluruh agenda pembahasan dalam The 4th PIT POC Meeting berlangsung dengan lancar dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang semakin memperkuat komitmen Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk membangun industri kelapa sawit yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pekebun, industri, serta perekonomian kawasan. Kerja sama ini diharapkan juga semakin memperkuat posisi ketiga negara sebagai produsen utama minyak sawit dunia sekaligus mendorong kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pencapaian pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.