BPDP Tingkatkan Literasi Generasi Muda Melalui GenSawit 2026 di Universitas Udayana
Denpasar, 20 Mei 2026 – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat upaya peningkatan literasi generasi muda terkait sektor perkebunan melalui penyelenggaraan kegiatan GenSawit 2026 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa untuk memahami secara lebih komprehensif peran strategis industri kelapa sawit Indonesia, termasuk peluang, tantangan, serta arah pengembangannya di masa mendatang.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta mahasiswa ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi industri guna memberikan perspektif yang objektif dan berbasis data mengenai sektor kelapa sawit Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, menyampaikan bahwa GenSawit merupakan salah satu upaya BPDP dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
Menurutnya, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Hingga tahun 2025, luas perkebunan sawit Indonesia mencapai sekitar 16,8 juta hektare, dengan sekitar 42 persen di antaranya dikelola oleh perkebunan rakyat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sawit bukan hanya industri berskala besar, namun juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Indonesia saat ini masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi sekitar 46,5 juta ton pada tahun 2025, menghasilkan devisa sekitar US$30,5 miliar, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 19,5 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain berkontribusi terhadap perekonomian nasional, industri sawit juga mendukung ketahanan energi melalui implementasi program biodiesel B40 sebagai bagian dari upaya transisi energi yang lebih berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, menyampaikan materi mengenai peran komoditas kelapa sawit dalam perekonomian nasional serta pentingnya pembangunan industri sawit yang berkelanjutan (sustainable).
Dalam pemaparannya, Prof. Yanto menjelaskan bahwa komoditas kelapa sawit memiliki kontribusi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, hingga penguatan ekonomi daerah. Di sisi lain, aspek keberlanjutan juga menjadi faktor penting agar industri sawit mampu terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan.
Selain itu, Djono Albar Burhan, Ketua Departemen SDM dan Hubungan Internasional DPP APKASINDO, menyampaikan materi mengenai manfaat dan peran kelapa sawit bagi petani Indonesia.
Djono menjelaskan bahwa industri sawit tidak hanya berkaitan dengan perusahaan besar, tetapi juga melibatkan jutaan petani rakyat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor tersebut. Keberadaan sawit memberikan manfaat ekonomi yang luas melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, Djono menekankan pentingnya dukungan terhadap petani melalui peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri sawit yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Melalui paparan para narasumber, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sektor sawit, mulai dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional hingga manfaatnya bagi masyarakat dan petani Indonesia.
BPDP berharap melalui kegiatan GenSawit, generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi melalui inovasi, penelitian, teknologi, dan penguatan narasi berbasis data.
Kegiatan GenSawit 2026 diharapkan mampu memperluas wawasan peserta, meningkatkan kepedulian terhadap sektor perkebunan, serta mendorong lahirnya ide dan kontribusi nyata bagi masa depan industri sawit Indonesia yang berkelanjutan.

































