BPDP Perkuat SDM Sawit Lewat Pengembangan Kurikulum Berbasis SKKNI

BPDP Perkuat SDM Sawit Lewat Pengembangan Kurikulum Berbasis SKKNI

DI Yogyakarta, 23 Januari 2026.  Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Sawit Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Yogyakarta pada 22 sampai 23 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi sawit dengan kebutuhan industri perkebunan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Workshop ini diikuti oleh 37 perguruan tinggi dengan 86 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, asosiasi pendidikan, serta pemangku kebijakan. Kegiatan diselenggarakan oleh BPDP bekerja sama dengan Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perkebunan.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menyampaikan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit. Ia menegaskan bahwa kurikulum pendidikan tinggi harus berbasis kompetensi agar lulusan siap kerja dan memiliki daya saing. “Melalui workshop ini, kami berharap kurikulum yang disusun benar-benar link dengan kebutuhan industri dan menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Baginda Siagian, perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Komite Pengembangan SDM Perkebunan, serta pengurus ALPENBUN. Narasumber berasal dari unsur industri dan perguruan tinggi, termasuk perwakilan PT Bumitama Gunajaya Agro, PT Cargill Indonesia, AKPY, Politeknik LPP, dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi.

Selama workshop, peserta membahas penyusunan dan penyelarasan kurikulum berbasis SKKNI melalui diskusi kelompok. Peserta dibagi ke dalam empat bidang, yaitu kebun atau agronomi, pabrik atau pengolahan, manajemen, serta teknologi dan informasi, untuk memetakan unit kompetensi ke dalam mata kuliah dan capaian pembelajaran lulusan.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Baginda Siagian menilai workshop ini sebagai langkah penting memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri. Ia berharap kurikulum berbasis kompetensi mampu menghasilkan tenaga kerja perkebunan yang siap pakai dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas.

Melalui kegiatan ini, BPDP menargetkan tersusunnya kerangka kurikulum pendidikan tinggi sawit berbasis SKKNI yang terstandar, aplikatif, dan relevan. BPDP berharap kurikulum tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh perguruan tinggi sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu mendukung keberlanjutan industri perkebunan nasional.

 

Dokumentasi Kegiatan Workshop: