BPDP Perkuat Komitmen PSR Tahap II, Dukung Peremajaan 1.541,7 Hektare Sawit Rakyat

BPDP Perkuat Komitmen PSR Tahap II, Dukung Peremajaan 1.541,7 Hektare Sawit Rakyat

Jakarta, (1/4/2026) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui Tahap II. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan dukungan pendanaan untuk peremajaan seluas 1.541,7 hektare yang melibatkan 11 lembaga pekebun dari berbagai daerah.

Kegiatan penandatanganan tersebut dilaksanakan di Aula Nusantara BPDP, Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan lembaga pekebun sebagai penerima manfaat program. Momentum ini menjadi bagian penting dalam rangka mempercepat implementasi PSR sekaligus memastikan kesiapan kelembagaan pekebun dalam menjalankan program secara optimal.

Acara dibuka oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu, Normansyah H.S, yang dalam sambutannya menekankan bahwa program PSR tidak hanya berorientasi pada penanaman ulang tanaman sawit yang sudah tidak produktif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun dan produktivitas hasil.

Ia menambahkan bahwa melalui PSR, pekebun didorong untuk menerapkan praktik budidaya yang lebih baik, menggunakan benih unggul, serta memperkuat kelembagaan agar mampu meningkatkan daya saing di sektor perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan pekebun.

Penandatanganan dukungan pendanaan pada Tahap II ini menjadi salah satu langkah strategis BPDP dalam memastikan proses penyaluran berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Selain itu, keterlibatan 11 lembaga pekebun juga menunjukkan pentingnya peran kelembagaan dalam mempercepat akses pekebun terhadap program PSR.

Salah satu pekebun yang diwawancarai, Sita dari Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan, Asahan, Sumatera Utara, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesempatan mengikuti program ini. Ia menyampaikan bahwa program PSR memberikan harapan baru bagi para pekebun untuk meningkatkan produktivitas kebun mereka.

“Alhamdulillah, kami sangat senang akhirnya bisa mendapatkan program PSR dan benar-benar tanpa biaya. Walaupun prosesnya cukup panjang, kami tetap pantang menyerah untuk mengikuti seluruh tahapan yang ada. Kami sangat berterima kasih kepada BPDP atas dukungan yang diberikan kepada kami para pekebun,” ujarnya.

Pengalaman tersebut mencerminkan tingginya antusiasme pekebun terhadap program PSR sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari komitmen dan ketekunan para pekebun dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Ke depan, BPDP akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat pelaksanaan PSR di berbagai wilayah. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, memperkuat ketahanan sektor perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.