Pasar Minyak Nabati Dunia

Minyak nabatiadalah minyak yang disari/diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan. Minyakini digunakan sebagai makanan, bahan penggorengan, pelumas, bahan bakar, bahan pewangi (parfum), pengobatan, dan berbagai penggunaan industri.

Pasar Minyak Nabati Dunia
Minyak nabatiadalah minyak yang disari/diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan. Minyakini digunakan sebagai makanan, bahan penggorengan, pelumas, bahan bakar, bahan pewangi (parfum), pengobatan, dan berbagai penggunaan industri. Beberapa jenis minyak nabatiyang umum digunakan ialah minyakkelapa sawit, minyakjagung, minyakzaitun, minyaklobak, minyakkedelai, dan minyakbunga matahari. `` Berdasarkan data fas. USDA.gov.us, selama tahun 2013-2017 tanaman kedelai menggunakan lahan paling luas dibandingkan minyak tanaman minyak nabati lainnya di dunia. Pada tahun 2017 total luas lahan tanaman minyak nabati di dunia adalah 276,6 juta Hektar. Luasan tersebut didominasi oleh tanaman kedelai sebesar 45%, diikuti oleh tanaman minyak lainnya sebesar 25%, rapeseed 13%, bunga matahari 9% dan kelapa sawit 8%. Jika dilihat dari produksi minyak nabati dunia tahun 2013-2017, dengan luas lahan paling kecil, kelapa sawit menjadi penghasil minyak paling tinggi. Pada tahun 2017 produksi kelapa sawit mencapai 69,8 juta ton (34%), baru kemudian diikuti oleh minyak kedelai sebesar 56,2 juta ton (27%). `` Minyak nabati dunia yang paling banyak di konsumsi dan diperdagangkan adalah minyak kedelai (soybean oil), minyak sawit (crude palm oil), minyak rapeseed (canola) dan minyak bunga matahari (sunflower oil). Pola konsumsi minyak nabati suatu negara tercermin dari proporsi atau pangsa/share masing-masing sumber minyak nabati, yang ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor yang paling menentukan adalah besarnya produksi domestik, dan apabila volume konsumsi domestik lebih besar dari produksi domestik, maka kebijakan perdagangan yang dilakukan adalah impor. Kebijakan impor barang substitusinya sangat ditentukan oleh faktor harga komoditas yang paling murah. ``Pada tahun 2017 pangsa produksi minyak nabati diisi sebanyak 34% oleh minyak sawit, 27% oleh minyak kedelai, 14% oleh minyak rapeseed dan 9% oleh minyak biji bunga matahari. Pangsa minyak kelapa sawit (CPO) meningkat dari sekitar 8 persen (1980) menjadi sekitar 30 persen (2015) atau meningkat hampir empat kali lipat. Sedangkan pangsa minyak kedelai turun dari 53% menjadi sekitar 30%. Kondisi ini menunjukkan kelapa sawit telah menjadi minyak nabati primadona dunia. Produktivitas minyak sawit yang lebih tinggi dan biaya produksi minyak sawit yang lebih rendah menyebabkan harga minyak sawit konsisten lebih rendah dibandingkan minyak nabati lainnya. Harga minyak sawit yang lebih murah tersebut dan ketersediaannya di pasar internasional menyebabkan meningkatnya konsumsi minyak sawit dunia. Dalam 5 tahun terakhir (2013-2017), terdapat pertumbuhan permintaan +/-7 juta MT. Pada tahun 2017 konsumsi minyak nabati dunia mencapai 202 juta ton, dimana minyak kedelai dan sawit adalah supplier utama kebutuhan minyak nabati dunia. ``   Berdasarkan data luas lahan dan produksi minyak nabati dunia, dapat diketahui tingkat ekstraksi setiap jenis minyak nabati. Dibandingkan dengan minyak nabati lainnya maka tingkat esktraksi minyak sawit paling tinggi yaitu sebesar 3,31 MT/ha. Jika setiap tahun terdapat peningkatan konsumsi minyak nabati sebesar +/- 7 juta MT, maka minyak kelapa sawit menjadi komoditas yang paling efisien untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cepat di tengah keterbatasan lahan produksi.
Komoditas Tingkat Ekstraksi (MT/Ha) Tambahan Luasan Lahan/tahun (Juta Ha)
2015 2016 2017
Minyak Kelapa Sawit          2,96         3,19           3,31 2,1
Minyak Rapeseed          0,82         0,84           0,81 8,6
Minyak Kedelai          0,43         0,45           0,45 15,6
Minyak Biji Matahari          0,66         0,72           0,70 10,0
  By Arfie Thahar[:]