TAHUN 2026 BPDP MENANDATANGANI 55 KERJASAMA RISET
JAKARTA, 27 Januari 2026— Awal tahun 2026 BPDP melakukan penandatanganan 55 perjanjian riset dengan Lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia. Direktur Utama, Eddy Abdurrachman menyampaikan sambutan sekaligus pembukaan yang menyampaikan nilai kontrak Kerjasama ini mencapai Rp88,1 miliar dengan pelaksanaan penelitian secara multi years (maksimal 2 tahun).
Penandatanganan perjanjian ini dilaksanakan setelah dilaksanakan seleksi sejak tahun 2025 lalu. Program “Grant Riset Sawit” merupakan salah satu program BPDP yang dilaksanakan secara regular setiap tahun, sebagai bagian dari upaya BPDP untuk mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit, yang hasilnya untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri sawit nasional yang berkelanjutan.
Progam pendanaan riset lebih diutamakan untuk riset-riset yang siap untuk diimplementasikan dan segera dapat dimanfaatkan oleh Industri kelapa Sawit Nasional. Saat ini terdapat 20 hasil riset yang telah komersial/pada tahap pliot diantaranya, platform pemanan tandan buah segar, grease/pelumas, marka jalan, aplikasi asistensi untuk pekebun, egrek digital, biosilac untuk ameliorant tanah dan beton precast. Dalam Upaya komersialisasi penelitian-penelitian yang telah selesai pendanaaanya, BPDP bekerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) melaksanakan Valuasi Kesiapan Teknologi untuk Komersialisasi terhadap invensi hasil riset yang didanai BPDPKS (Grant Riset Sawit). Terdapat 25 invensi hasil riset GRS yang siap komersialisasi dan beberapa sudah mendapatkan pernyataan minat dari investor dengan komitmen dalam bentuk Letter of Intent (LoI) dan/atau perjanjian kerahasiaan teknologi berupa non-disclosure agreement (NDA).
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Mohammad Alfansyah menyampaikan dalam laporannya bahwa Pada awal tahun 2025 telah dilaksanakan Call for Proposal Grant Riset Sawit yang dibuka selama kurang lebih 3 bulan untuk menjaring riset-riset sawit yang berpotensi menghasilkan sebuah inovasi yang memajukan kelapa sawit Indonesia. Dari pembukaan program ini, BPDP menerima hampir 1.500 proposal. Jumlah ini meningkat 100% dari tahun sebelumnya. Jumlah proposal setiap tahunnya senantiasa mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan bahwa minat meneliti komoditas strategis ini cukup tinggi.
Pelaksanaan serangkaian seleksi, mulai dari seleksi administrasi, seleksi substansi hingga seleksi presentasi, diperoleh 55 (lima puluh lima) proposal yang dinyatakan lolos untuk mendapatkan pendanaan grant riset BPDP. 55 proposal tersebut bernaung dibawah 30 (tiga puluh) lembaga penelitian. “Menariknya, 10% dari total lembaga litbang penerima Grant Riset ini, merupakan Lembaga Penelitian yang baru bekerja sama dengan BPDP”, ujar Alfan didalam laporannya.
Artinya, stakeholder riset BPDP bertambah 10% dibandingkan tahun lalu. Dengan adanya tambahan pemain baru di bidang pendanaan riset ini, diharapkan agar semakin banyak lembaga yang meneliti kelapa sawit dari berbagai bidang, tidak hanya bidang inovasi dan teknologi (yang didominasi IPB, ITB, ITS, PT RPN, dan Perguruan Tinggi lainnya) namun bidang lainnya seperti bidang sosial, humaniora, manajemen dan ICT.
Daftar Nama Lembaga Litbang Penerima Grant Riset Sawit Tahun 2025, yaitu:
|
No. |
Nama Lembaga |
Jumlah Proposal yang Mengikuti Seleksi Presentasi |
|
1 |
Badan Riset dan Inovasi Nasional |
5 |
|
2 |
Institut Pertanian Bogor |
5 |
|
3 |
Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) |
1 |
|
4 |
Institut Teknologi Bandung |
2 |
|
5 |
Institut Teknologi Indonesia |
1 |
|
6 |
Institut Teknologi Kalimantan |
1 |
|
7 |
Institut Teknologi Sepuluh Nopember |
6 |
|
8 |
Institut Teknologi Sumatera |
1 |
|
9 |
Politeknik ATK Yogyakarta |
2 |
|
10 |
Politeknik Aceh |
1 |
|
11 |
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya |
1 |
|
12 |
PT. Riset Perkebunan Nusantara |
3 |
|
13 |
Universitas Bandar Lampung |
1 |
|
14 |
Universitas Borneo Tarakan |
1 |
|
15 |
Universitas Brawijaya |
1 |
|
16 |
Universitas Dian Nuswantoro |
1 |
|
17 |
Universitas Gadjah Mada |
4 |
|
18 |
Universitas Hasanuddin |
2 |
|
19 |
Universitas Indonesia |
4 |
|
20 |
Universitas Katolik Parahyangan |
1 |
|
21 |
Universitas Lambung Mangkurat |
1 |
|
22 |
Universitas Lampung |
1 |
|
23 |
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta |
1 |
|
24 |
Universitas Negeri Yogyakarta |
1 |
|
25 |
Universitas Padjadjaran |
1 |
|
26 |
Universitas Palangka Raya |
1 |
|
27 |
Universitas Pamulang |
1 |
|
28 |
Universitas Sebelas Maret |
1 |
|
29 |
Universitas Syiah Kuala |
2 |
|
30 |
Universitas Telkom |
1 |
|
|
Total |
55 |
Memulai tahun 2026, BPDP saat ini memiliki dokumen road map penelitian dan pengembangan kelapa dan kakao. Hal ini mengindikasikan bahwa penelitian dan pengembangan untuk Call for Proposal periode berikutnya sudah membuka kesempatan untuk pelaksanaan riset kelapa dan kakao.
Pada kesempatan yang sama, hadir Dr. Tony Liwang menyampaikan stadium general untuk meningkatkan semangat para peneliti dan membuka wawasan terkait dengan pentingnya kolaborasi dalam penelitian. Acara ditutup dengan penjelasan terhadap ketentuan dan aturan yang berlaku dalam pelaksanaan penelitian termasuk pelaporan melalui aplikasi program riset BPDP oleh Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset, Arfie Thahar. BPDP berharap agar Lembaga Penelitian dapat memahami dengan baik pasal-pasal yang tercantum di dalam perjanjian, sehingga dapat melaksanakan penelitian sesuai dengan target-target yang direncanakan dengan baik.
Contact:
KLI

































