Promosikan Hilirisasi Komoditas Perkebunan, BPDP Raih Penghargaan pada PENAS XVII 2026
Gorontalo – Iradat, petani sawit dan kelapa dari Kabupaten Powohatu Gorontalo, terlihat serius menyimak poster hilirisasi komoditas kelapa pada stand Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di gelaran Pameran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII 2026.
“Di daerah kami banyak produksi kelapa, namun yang dimanfaatkan baru buahnya saja. Adapun sabuk, tempurung dan produk samping lainnya hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan,” ujar Iradat.
“Dengan informasi yang disampaikan pada stand BPDP ini, saya jadi tahu begitu banyak produk-produk hilir yang dapat dibuat dari produk Kelapa, turunan, dan produk sampingannya, yang dapat dibuat pada skala usaha kecil dan petani” katanya.
Pameran PENAS XVII 2026 diselenggarakan pada 20 – 25 Juni 2026 di Komplek Kawasan Stadion GOR David Tony Desa Honggaula, Kec. Limboto, Kab. Gorontalo, yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan.”
Pameran PENAS XVII 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVII 2026 yang acara puncaknya dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto pada 24 Juni 2026. Pertemuan akbar ini dihadiri sekitar 50 ribu peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari petani dan nelayan, pemerintah daerah, organisasi terkait, hingga para pelaku sektor pertanian dan pangan yang berasal dari seluruh Indonesia.
Stand BPDP menyuguhkan berbagai informasi antara lain Program Layanan BPDP, Hilirisasi komoditas Sawit, Kelapa, dan Coklat, serta Manfaat Kelapa Sawit dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. BPDP juga menghadirkan perwakilan 2 (dua) koperasi petani sawit yang menampilkan produk-produk UMKM berbahan baku sawit, turunan, dan produk sampingnya.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansah mengatakan bahwa kehadiran BPDP dalam pameran ini sebagai wujud kontribusi komoditas perkebunan dalam mendukung ketahanan pangan.
“Indonesia telah lama mencapai swasembada minyak nabati dari minyak sawit. Sekitar 40% hasil produksi minyak sawit digunakan untuk konsumsi dalam negeri termasuk untuk pangan, sehingga kita tidak perlu lagi mengimpor minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat dalam negeri,” kata Helmi.
“Bahkan, hasil produksi minyak sawit kita diekspor ke berbagai negara di dunia untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati masyarakat dunia,” ujarnya.
Selain pemanfaatan untuk pangan, Helmi Muhansah mengatakan produk perkebunan dan turunannya dapat juga diproduksi pada skala UMKM menjadi beragam produk kebutuhan masyarakat.
“BPDP menghadirkan dua koperasi petani sawit yang memproduksi produk UMKM berbahan baku sawit. Kedua koperasi ini yakni Koperasi Sawit Setara dan Koperasi Agribisnis Jaya Indonesia (KAJI), telah bermitra dengan BPDP melalui program pemberdayaan UMKM perkebunan, dan telah menghasilkan beragam produk UMKM berbahan baku sawit sebagaimana yang ditampilkan dalam stand ini, “ kata Helmi.

BPDP Raih Penghargaan dari Penyelenggara PENAS XVII 2026
Stand BPDP yang dikunjungi ratusan petani, nelayan, dan masyarakat umum meraih penghargaan Pameran Penas XVII 2026 sebagai Juara II kategori Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD/Swasta. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Panitia Penas XVII 2026 kepada perwakilan BPDP, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Anwar Sadat, pada kegiatan penutupan pameran PENAS XVII 2026 di Taman Budaya Limboto pada Rabu (24/6).
Kegiatan penutupan dihadiri Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bupati Kabupaten Limboto, Pimpinan Daerah Kabupaten se Gorontalo, Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Petani dan Nelayan peserta PENAS XVII 2026, Peserta Pameran, perwakilan Sponsor, serta masyarakat kabupaten Limboto.
Ketua Koperasi KAJI Sulaiman A. Loeloe menyampaikan kegembiraannya bisa berpartisipasi dalam stand BPDP pada perhelatan Penas kali ini. Sulaiman mengatakan mereka membawa banyak produk UMKM berbahan baku sawit yang ditampilkan pada kegiatan ini.
“Produk kami antara lain kopi dengan krimer sawit, minuman jahe dengan gula aren kelapa dan krimer sawit, coklat yang diproduksi dari minyak goreng sawit, dan beberapa produk makanan lainnya. Alhamdulillah dengan display ini, bisa berkontribusi terhadap capaian stand BPDP,” ujar Sulaiman.
Pengurus Koperasi Sawit Setara Reskita Sawitri menyampaikan hal yang sama. Rezkita mengatakan Koperasi Sawit Setara menampilkan produk kerajinan lidi sawit, parfum berbahan baku sawit, sabun, kopi krimer sawit, dan pupuk organik dari tandan kosong sawit.
“Kami mengapresiasi undangan BPDP untuk berpatisipasi di pameran ini. Pada event ini bisa bertemu dengan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, dan beberapa diantara yang mengunjungi stand BPDP juga adalah petani sawit, kelapa, dan kakao,” kata Reskita.
Di antara pengunjung stand BPDP juga nampak Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Fadel Muhammad, dan beberapa Kepala Daerah (Gubernur/Bupati) peserta Penas XVII 2026.
Keikusertaan BPDP pada pameran Penas XVII 2026 merupakan bentuk dukungan bagi peningkatan kesejahteraan petani, pemberdayaan Koperasi dan UMKM, serta mempromosikan manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat. (AS/bpdp)
































