BPDP dan DJBC Perkuat Kapasitas SDM melalui Pelatihan Karakterisasi Produk Sawit dan Kakao di Medan

BPDP dan DJBC Perkuat Kapasitas SDM melalui Pelatihan Karakterisasi Produk Sawit dan Kakao di Medan

Medan, 30 Juni–2 Juli 2026. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Karakterisasi Produk Turunan Kelapa Sawit dan Kakao Angkatan I di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Medan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari BPDP dan DJBC untuk memperdalam pemahaman mengenai karakteristik, klasifikasi, mutu, serta ketentuan ekspor produk turunan kelapa sawit dan kakao.

Selama tiga hari, peserta memperoleh wawasan secara langsung dari para pakar dan praktisi industri. Prof. Dr. Ir. Udin Hasanudin membuka sesi dengan membahas perkembangan industri dan hilirisasi kelapa sawit, dilanjutkan oleh Dr. Hasrul Abdi Hasibuan yang mengulas klasifikasi berbagai produk turunan kelapa sawit. Pemahaman mengenai karakteristik dan mutu produk kelapa sawit kemudian diperdalam melalui materi yang disampaikan oleh Ilmi Fadhillah Rizki, Manda Edy Mulyono, M. Erlangga Habibi Nasution, dan M. Anshari.

Selain kelapa sawit, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai potensi hilirisasi kakao melalui pemaparan Ariza Budi Tunjungsari mengenai perkembangan industri kakao dan isu terkini. Selanjutnya, Hendy Firmanto membahas teknik identifikasi, pengambilan sampel, serta analisis mutu produk kakao sebagai bekal penting dalam proses pemeriksaan dan perdagangan ekspor.

Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui studi kasus mengenai klasifikasi produk dan implikasi fiskal komoditas kelapa sawit dan kakao. Peserta turut mengikuti kunjungan ke Oil Palm Education Center (OPEC), Laboratorium PPKS, dan Galeri PPKS untuk melihat secara langsung proses identifikasi, pengujian, serta pengembangan produk turunan kelapa sawit.

Melalui kegiatan ini, BPDP dan DJBC berharap dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung tata kelola perdagangan komoditas perkebunan yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat hilirisasi dan meningkatkan daya saing produk kelapa sawit dan kakao Indonesia di pasar global. (MI)