Kolaborasi BPDP dan DJPb Provinsi Sumatera Utara dalam SINARA Fest 2026 Guna Perkuat Edukasi dan Pengenalan Produk UMKM Perkebunan di Kota Medan
Medan, Sumatera Utara – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan SINARA Fest 2026 melalui serangkaian edukasi, workshop, dan mini bazaar. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, meningkatkan pemahaman mengenai peran pengelolaan dana perkebunan, serta memperkenalkan potensi dan nilai tambah produk UMKM berbasis komoditas perkebunan (kelapa sawit, kelapa, dan kakao) Indonesia. Selain itu, SINARA Fest juga merupakan wujud sinergi dari sektor perkebunan dan perbendaharaan, yang sekaligus menunjukkan penMngnya semangat Kemenkeu Satu.
Kegiatan SINARA Fest diselenggarakan di Gedung Keuangan Negara Kota Medan, Sumatera Utara pada 22 – 23 Oktober 2026. Melalui rangkaian edukasi, BPDP memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai program BPDP, antara lain pengembangan sumber daya manusia, peneliMan, promosi, peremajaan, serta sarana dan prasarana perkebunan.
Selain edukasi, SINARA Fest juga menghadirkan workshop pembuatan kerajinan dari lidi sawit yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi lidi sawit yang selama ini dianggap limbah agar bernilai jual dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Workshop ini dipandu oleh Gunawan selaku Owner Sanggar Bunga Matahari sekaligus Pengrajin dan Instruktur Handy CraU. Berbagai UMKM Perkebunan lokal juga dihadirkan dan diberikan kesempatan untuk menjual langsung produk-produk mereka, agar menambah wawasan terkait pengolahan limbah dari 3 (Mga) komoditas perkebunan yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao menjadi produk yang bernilai jual.
Sementara itu, Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi kegiatan, lantaran memiliki potensi perkebunan yang besar dan beragam. Potensi tersebut bukan hanya terletak pada hasil perkebunan sebagai bahan mentah, tetapi juga pada peluang mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Komoditas seperM kelapa sawit, kelapa, dan kakao dapat dikembangkan menjadi beragam produk turunan untuk kebutuhan sehari-hari, bahan penunjang industri, hingga produk kreaMf yang memiliki daya saing.
Dalam pembukaan acara, Plh. Kepala Kanwil DJPb Sumatera Utara, Henry Rulinson Purba menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah, BPDP, serta para pelaku usaha dan UMKM dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Kami meyakini bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat, pencipta lapangan kerja, dan penguat ketahanan ekonomi daerah. Sumatera Utara memiliki potensi perkebunan yang besar, mulai dari kelapa sawit, kopi, karet, kakao, hingga berbagai komoditas unggulan lainnya. Potensi tersebut perlu didukung dengan penguatan kapasitas UMKM, peningkatan nilai tambah produk, perluasan akses pasar, serta peningkatan literasi keuangan”, kata Henry Rulinson Purba.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian mengatakan, UMKM dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi komoditas perkebunan dengan kebutuhan pasar. Inovasi dalam pengolahan, kualitas produk, desain dan kemasan, serta pemanfaatan pemasaran digital dapat membuka peluang baru bagi usaha lokal.
Tak dapat dimungkiri, ungkap Pangihutan Siagian, UMKM perkebunan masih menghadapi beragam tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan dan teknologi produksi, akses permodalan, pemenuhan perizinan dan standar produk, hingga pemasaran dan perluasan jaringan pembeli.
“BPDP mendukung pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program. Dalam konteks pemberdayaan UMKM ini, BPDP turut mendampingi UMKM agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan, memahami kebutuhan konsumen, dan menjangkau pasar yang lebih luas”, kata Pangihutan Siagian.
Melalui SINARA FEST, peserta dapat mengenal lebih dekat program BPDP, memperoleh wawasan tentang produk berbasis komoditas perkebunan, dan melihat langsung beragam produk UMKM dalam mini bazaar. Workshop juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan keterampilan prakMs yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha.
“Kami berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk saling belajar dan membangun kemitraan. Kenali keunggulan produk masing-masing, dengarkan masukan konsumen, terbuka terhadap inovasi, dan manfaatkan kanal digital untuk memperluas promosi. UMKM naik kelas bukan hanya berarM meningkatnya omzet, tetapi juga meningkatnya kualitas produk, tata kelola usaha, kemampuan beradaptasi, serta keberlanjutan bisnis,” tutup Pangihutan Siagian.

































