Indonesia Women Festival 2026 Jadi Ajang BPDP Perkenalkan Produk Kreatif Berbasis Sawit
Tangerang, 31 Mei 2026 – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) turut berpartisipasi dalam ajang Indonesia Women Festival 2026 yang diselenggarakan pada 29–31 Mei 2026 di BSD City, Tangerang. Kehadiran BPDP dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan manfaat dan potensi produk turunan sawit kepada masyarakat sekaligus mendorong peran perempuan dalam pengembangan industri sawit Indonesia. Selama tiga hari penyelenggaraan acara, BPDP menghadirkan booth edukatif yang menyajikan berbagai informasi mengenai produk turunan sawit yang telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai permainan interaktif, kuis berhadiah, serta mengenal lebih dekat berbagai produk kreatif berbasis sawit yang dihasilkan oleh pelaku usaha dan UMKM. Beberapa produk yang ditampilkan antara lain kerajinan dari lidi sawit yang diproduksi oleh Cambia Craft-Aceh serta produk batik dari Jayanti Batik-Malang yang memanfaatkan malam berbahan turunan sawit. Kehadiran produk-produk tersebut menunjukkan bahwa sawit tidak hanya berkontribusi sebagai bahan baku pangan dan energi, tetapi juga mampu menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan. Selain menghadirkan pameran produk, BPDP juga menyelenggarakan workshop membatik dan workshop pembuatan kerajinan berbahan dasar turunan sawit. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para pengunjung yang didominasi oleh perempuan dari berbagai kalangan. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman langsung membuat produk kreatif, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai inovasi dan pemanfaatan sawit di luar sektor pangan dan energi. Penanggung Jawab Kegiatan BPDP dalam Indonesia Women Festival 2026, Yulitta Amy, menyampaikan bahwa partisipasi BPDP dalam acara ini merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi publik mengenai sawit melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. "Indonesia Women Festival menjadi ruang yang sangat baik untuk belajar dan mengenal lebih dekat berbagai produk turunan sawit. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat bahwa sawit memiliki banyak manfaat yang hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam produk kreatif dan kerajinan," ujar Yulitta. Ia juga menambahkan bahwa peran perempuan dalam industri sawit terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, perempuan tidak hanya terlibat dalam sektor pendukung, tetapi juga berperan aktif sebagai pelaku usaha, peneliti, akademisi, hingga pemimpin di berbagai bidang yang berkaitan dengan industri sawit. "Semangat woman support woman yang diangkat dalam festival ini sejalan dengan perkembangan industri sawit yang semakin memberikan ruang bagi perempuan untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perkebunan Indonesia," tambahnya. Melalui partisipasi dalam Indonesia Women Festival 2026, BPDP berharap masyarakat semakin mengenal berbagai manfaat sawit secara lebih utuh, sekaligus memahami kontribusi komoditas strategis ini dalam mendukung perekonomian nasional, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan usaha kreatif berbasis sumber daya alam Indonesia.
































