BPDP Terima Audiensi Sahabat Kelapa Indonesia (SKI) untuk Perkuat Pengembangan Perkebunan Kelapa
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menerima kunjungan audiensi dari Sahabat Kelapa Indonesia (SKI) dalam rangka membahas penguatan program pengembangan perkebunan kelapa nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026 di kantor Badan Pengelola Dana Perkebunan.
Peserta audiensi SKI diterima langsung oleh Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa (PDSHP Kelapa) BPDP, Triana Meinarsih. Hadir juga pada audiensi tersebut Staf Divisi PDSHP Kelapa. Sementara itu dari SKI hadir Ketua Sahabat Kelapa Indonesia, Mawardin M. Simpala, beserta perwakilan anggota Sahabat Kelapa Indonesia yang selama ini aktif mendorong pengembangan komoditas kelapa di Indonesia.
Pada acara tersebut, Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa BPDP, Triana Meinarsih memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Triana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Sahabat Kelapa Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan komoditas kelapa nasional. Ia juga menekankan bahwa komoditas kelapa memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat, khususnya karena sebagian besar perkebunan kelapa di Indonesia dikelola oleh pekebun rakyat.

Triana berharap ke depan BPDP dan SKI dapat mendukung program pengembangan perkebunan kelapa, baik melalui program peremajaan kelapa rakyat, penyediaan sarana dan prasarana perkebunan, penguatan kelembagaan pekebun, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa.
Kegiatan audiensi dilanjutkan dengan pemaparan materi dari kedua lembaga mengenai peran, program, serta potensi pengembangan komoditas kelapa di Indonesia. Dalam pemaparannya, BPDP menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap komoditas perkebunan melalui transformasi kelembagaan BPDP sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 yang memperluas mandat BPDP dalam pengelolaan dana perkebunan tidak hanya untuk kelapa sawit, tetapi juga untuk komoditas kakao dan kelapa.
BPDP memaparkan sejumlah program yang dirancang untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa, antara lain program peremajaan kelapa rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, program sarana dan prasarana perkebunan kelapa, serta promosi dan kemitraan. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperkuat daya saing komoditas kelapa di pasar domestik maupun global.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa luas perkebunan kelapa di Indonesia mencapai sekitar 3,3 juta hektar dan lebih dari 98 persen dikelola oleh perkebunan rakyat, sehingga penguatan program pengembangan kelapa diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan jutaan petani kelapa di Indonesia.
Sementara itu, SKI juga memaparkan berbagai kegiatan yang telah dilakukan organisasi tersebut dalam mengkampanyekan pengembangan kelapa nasional, termasuk melalui berbagai kegiatan promosi, publikasi, dan forum kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor kelapa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara kedua belah pihak. Dalam diskusi tersebut, SKI menyampaikan bahwa program pengembangan perkebunan kelapa rakyat dari BPDP akan mendukung peningkatan produktivitas kelapa, sehingga akan memberikan manfaat nyata serta berdampak langsung bagi para pekebun kelapa di berbagai daerah di Indonesia. Penutup acara audiensi diakhiri dengan sesi penyerahan plakat dari SKI kepada BPDP sebagai bentuk apresiasi atas terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara kedua lembaga. (RD/TM)
































