BPDP Ajak Aktivis Mahasiswa Kembangkan Wirausaha Berbasis Sawit
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengajak aktivis mahasiswa mengenal peluang usaha berbasis kelapa sawit melalui kegiatan GenSawit Goes to Roemah UMKM BPDP pada 15 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPDP meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, potensi, dan nilai strategis komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit.
Peserta berasal dari 10 organisasi kemahasiswaan, yaitu HMI, IMM, PMII, GMNI, KMHDI, HIKMAHBUDI, PMKRI, LMND, KAMMI, dan SEMMI. Dalam kunjungan ke Roemah UMKM BPDP tersebut, peserta mengenal produk UMKM berbasis perkebunan, mengikuti sesi berbagi inspirasi dan kisah sukses usaha, serta mempraktikkan pembuatan lilin dan parfum padat berbahan turunan minyak kelapa sawit bersama mitra UMKM BPDP.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan bahwa Roemah UMKM BPDP diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai produk turunan komoditas perkebunan sekaligus memperluas jejaring kemitraan dalam pengembangan UMKM berbasis perkebunan.
“Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan minyak sawit melalui pendekatan yang lebih aplikatif. Teman-teman mahasiswa diajak untuk memahami bahwa kelapa sawit tidak hanya menghasilkan minyak untuk pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi dan manfaat yang beragam dan diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk membuat usaha yang berbasis UMKM sawit,” ungkap Helmi Muhansyah.
Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh informasi mengenai industri kelapa sawit yang berkelanjutan, produk turunannya, serta peluang pengembangan produk UMKM. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi inspirasi yang membahas peluang usaha dan inovasi produk. Melalui sesi ini, peserta diajak melihat potensi komoditas perkebunan sebagai sumber ide untuk mengembangkan usaha.
Pemilik Naami Scents sekaligus mitra UMKM BPDP, J Junaidy, menjelaskan bahwa minyak sawit digunakan sebagai salah satu bahan dalam produk parfum padat. Menurutnya, minyak sawit mengandung vitamin E yang baik untuk kulit serta antioksidan yang membantu mencegah ketengikan sehingga mendukung masa simpan produk.
Pada sesi praktik, peserta membuat lilin dan parfum padat berbahan turunan minyak kelapa sawit. Prosesnya meliputi persiapan bahan, pencampuran dan pemanasan, penambahan pewangi atau bahan pendukung, serta pencetakan dan dekorasi.
Peserta antusias mengikuti materi, berdiskusi, dan terlibat dalam praktik pembuatan produk. Interaksi langsung dengan pelaku UMKM memberi kesempatan kepada peserta untuk memahami proses pengembangan bahan baku menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Melalui kegiatan ini, Roemah UMKM BPDP diharapkan terus menjadi ruang bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk belajar, berbagi pengalaman, serta mengenal manfaat dan potensi usaha dari kelapa sawit beserta produk turunannya.



































