BPDP Perkuat Literasi Perkebunan melalui Komik dan Kolaborasi Perpustakaan

BPDP Perkuat Literasi Perkebunan melalui Komik dan Kolaborasi Perpustakaan

Jakarta, 9 September 2026 — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong penguatan literasi perkebunan melalui kegiatan Bedah Buku Komik Perkebunan BPDP dan Rapat Koordinasi Perpustakaan Kementerian Keuangan yang dilaksanakan pada Rabu (9/9/2026) di Kantor Pusat BPDP, Jakarta. Kegiatan diikuti oleh pustakawan, pejabat struktural, pengelola perpustakaan di lingkungan Kementerian Keuangan, serta pemustaka aktif dan pegiat literasi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, yang menyampaikan pentingnya menghadirkan pengetahuan mengenai perkebunan melalui pendekatan yang dekat dan mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda. Komik dinilai dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi melalui visual dan cerita yang sederhana.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian dalam sambutannyaa menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai perkebunan perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda.

“Komik menjadi salah satu medianya. Dengan bahasa visual dan cerita yang sederhana, informasi yang mungkin sebelumnya terasa rumit dapat menjadi lebih mudah diterima, khususnya oleh generasi muda.”

Acara dilanjutkan dengan bedah Buku Komik Perkebunan BPDP oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Aida Fitria. Tiga komik, yaitu Sawit Baik Sahabat Kita, Kakao dan Rahasia Coklat, serta Kelapa Ajaib dari Negeri Tropis, memperkenalkan komoditas perkebunan melalui cerita dan ilustrasi yang dekat dengan anak-anak.

Aida Fitria menyampaikan bahwa gagasan Komik Perkebunan berangkat dari keinginan menghadirkan bacaan tentang perkebunan yang sederhana dan menyenangkan bagi anak. “Lebih dari sekadar mengenalkan komoditas, kami ingin anak-anak memahami bahwa di balik sawit, kakao, dan kelapa terdapat proses, inovasi, serta banyak orang yang berperan di dalamnya,” ujarnya. Komik tersebut juga dikembangkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan pembacanya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada potensi pemanfaatan komik sebagai media literasi melalui storytelling, reading session, permainan edukatif, dan aktivitas literasi lainnya. Hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan untuk mengidentifikasi nilai edukatif serta strategi pemanfaatan dan penyebarluasan Komik Perkebunan BPDP.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan Rapat Koordinasi dan diskusi pustakawan. Peserta berdiskusi dalam kelompok dan memaparkan hasil pembahasan sebagai bahan penyusunan rekomendasi pengembangan program dan layanan Perpustakaan Kementerian Keuangan.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan studi banding dan kunjungan ke Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta. Peserta mengikuti library tour serta pemaparan mengenai pengelolaan dan operasional perpustakaan sebagai bagian dari kegiatan benchmarking. Dalam kunjungan tersebut, BPDP menyerahkan Buku Komik Perkebunan dan Buku Mitos Fakta sebagai tambahan koleksi perpustakaan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BPDP tidak hanya memperkenalkan sektor perkebunan melalui media yang edukatif dan menarik, tetapi juga memperkuat kolaborasi literasi dan pertukaran pengetahuan antarlembaga untuk mendukung pengembangan perpustakaan dan penyebarluasan informasi mengenai perkebunan.