Akselerasi PSR dan Tata Kelola Gambut, BPDP Perkuat Sektor Hulu Sawit
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) menyelenggarakan workshop bertajuk "Optimalisasi Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit di Lahan Gambut" di Jambi, 11–12 Mei 2026. Agenda ini difokuskan pada penguatan kompetensi teknis petani swadaya guna memastikan keberlanjutan industri sawit nasional dari sektor hulu.
Jambi dipilih sebagai lokasi strategis mengingat wilayah ini merupakan salah satu provinsi dengan luas lahan gambut yang sangat signifikan di Indonesia.
Ketua DPW Samade Jambi, Andi Ari, menjelaskan bahwa workshop ini mendatangkan para ahli di bidang pengelolaan lahan, pemupukan, hingga penggunaan herbisida ramah lingkungan. Tujuannya adalah memberikan edukasi praktis bagi petani swadaya yang memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi budidaya di lahan marjinal.
"Workshop ini bertujuan mendidik petani swadaya agar mampu mengelola lahan gambut seoptimal mungkin. Kami menghadirkan pakar untuk membedah tata kelola lapangan, mulai dari pemupukan hingga penggunaan herbisida yang ramah lingkungan, agar produktivitas kebun rakyat di Jambi terus meningkat," ujar Andi.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyoroti pentingnya optimalisasi di sektor hulu untuk mendukung kebutuhan domestik yang semakin meningkat. Ia menekankan bahwa penyelesaian hambatan teknis di lahan gambut merupakan langkah krusial agar penyerapan dana bantuan pemerintah dapat berjalan maksimal.
"Penguatan di sektor hulu adalah kunci, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut yang luas seperti Jambi. Melalui forum ini, kami ingin memastikan masalah teknis dapat diselesaikan bersama agar dana PSR dan sarpras segera terealisasi untuk meningkatkan produktivitas petani secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk mendukung program strategis pemerintah seperti B50, sehingga kebutuhan sawit nasional terpenuhi dan kita dapat menekan impor diesel," jelas Helmi.
Ia juga menambahkan bahwa BPDP membuka ruang bagi produk UMKM berbasis perkebunan di Jambi untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas dan akses pemasaran.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menilai workshop ini sebagai langkah nyata dalam menyelesaikan hambatan administratif dan teknis yang selama ini menghambat serapan program pemerintah di daerah.
"Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Samade dan dukungan BPDP. Workshop ini sangat membantu Dinas Perkebunan dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan bibit unggul dan perawatan kebun yang benar di lahan gambut. Ini adalah solusi konkret untuk mempercepat program PSR di Provinsi Jambi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat," tegas Henrizal.
Melalui sinergi yang didukung oleh BPDP ini, diharapkan produktivitas kelapa sawit di lahan gambut Jambi dapat meningkat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan di pasar nasional maupun global.
































