SEAFAST CENTER - LPPM IPB HASILKAN EMULSIFIER MONO-DIASILGLISEROL (MDAG) BERBASIS SAWIT UNTUK PRODUK PANGAN

SEAFAST CENTER – LPPM IPB telah berhasil mengembangkan teknik sintesis emulsifier MDAG dengan beberapa jenis bahan baku sawit. Inovasi sintesis MDAG pada skala laboratorium merupakan cikal bakal upaya komersialisasinya.

SEAFAST CENTER - LPPM IPB HASILKAN EMULSIFIER MONO-DIASILGLISEROL (MDAG)  BERBASIS SAWIT UNTUK PRODUK PANGAN

SEAFAST CENTER – LPPM IPB telah berhasil mengembangkan teknik sintesis emulsifier MDAG dengan beberapa jenis bahan baku sawit. Inovasi sintesis MDAG pada skala laboratorium merupakan cikal bakal upaya komersialisasinya. Di Indonesia, pemenuhan kebutuhan emulsifier MDAG masih mengandalkan produk impor. Jika kita melihat kebutuhan, nilai ekonomi dan keistimewaan karakteristik MDAG, maka  riset pengembangan teknologi hingga komersialisasi MDAG merupakan riset strategis untuk hilirisasi produk kelapa sawit. MDAG merupakan salah satu produk turunan minyak kelapa sawit yang paling luas penggunaannya sebagai emulsifier di industri pangan,  digunakan pada pengolahan margarin, peanut butter, coffee whitener, confectionary, puding, roti, biskuit dan kue-kue kering. Diasilgliserol (DAG) adalah ester dari gliserol ketika dua grup hidroksil diesterifikasi dengan asam lemak, sedangkan monoasilgliserol (MAG) hanya satu grup hidroksil yang diesterifikasi. US-FDA menyatakan bahwa MAG dan DAG diregulasikan dengan status Generally Recognized as Safe (GRAS). Di Indonesia, emulsifier MAG merupakan produk impor dan DAG-oil belum dikenal di industri pangan. Kedua jenis produk tersebut mempunyai variasi karakteristik yang sangat luas tergantung dari bahan baku dan teknologi sintesisnya. Dengan melihat kebutuhannya di Indonesia, nilai ekonomi dan keistimewaan karakteristiknya, riset pengembangan teknologi hingga komersialisasi MAG-DAG merupakan riset strategis untuk hilirisasi produk kelapa sawit Penelitian sintesis MDAG ini dilakukan oleh Prof. Nuri Andarwulan bersama Dr. Didah Nur Faridah dan Ria Noviar Triana, STP., MSi.  Melalui pendanaan dari BPDPKS, penelitian ini telah memasuki tahun kedua pada skala Pilot Plant.   Proses sintesis MDAG skala laboratorium dengan bahan baku RBDPStearin, RBDPOlein dan campuran RBDPOlein:RBDPStearin dilakukan melalui reaksi gliserolisis. Karakteristik MDAG dari ketiga bahan baku tersebut yaitu menghasilkan kandungan fraksi MAG sebesar 43.30 - 50.33 %, DAG 28.13 – 37.66 % dan TAG 4.49 – 6.81 %. Regulasi Uni Eropa untuk emulsifier MDAG mensyaratkan kandungan MDAG minimal 70%, gliserol bebas maksimum 7%, bilangan asam maksimum 6 dan kadar air maksimum 2% (Moonen dan Bass 2004).  Hasil penelitian SEAFAST CENTER- LPPM IPB menunjukkan bahwa sintesis MDAG dari 3 jenis bahan baku memenuhi syarat regulasi Uni Eropa. Dari hasil penelitian ini, SEAFAST CENTER – LPPM IPB sedang mengembangkan sintesis emulsifier MDAG ke skala pilot plan sebagai landasan dalam memproduksi MDAG skala industri.

Produk (A) MDAG RBDPStearin (B) RBDPOlein dan (C) MDAG campuran RBDPOlein:RBDPStearin.

[:]