INOVASI PRODUK DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DAN PALM FATTY ACID DESTILATE (PFAD)

Industri berbasis perkebunan kelapa sawit merupakan industri yang berpotensi untuk meningkatkan perolehan nilai tambah domestik seiring dengan semakin berkembangnya produksi komoditas perkebunan dimana kelapa sawit sebagai sumber bahan baku industri tersebut. Pentingnya industri berbasis perkebunan juga tidak terlepas dari perannya ditinjau dari (i) hasil produksinya, untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor, dengan catatan komoditi perkebunan kelapa sawit yang menjadi penghasil bahan baku industri pengolahan perkebunan kelapa sawit juga menghasilkan komoditi primer untuk memenuhi kebutuhan ekspor, dan (ii) pengusahaannya yang melibatkan perusahaan pengolahan perkebunan berskala besar serta perkebunan besar dan rakyat.

Hilirisasi kelapa sawit (minyak dan produk samping) penting artinya bagi industri sawit dalam mengefisiensikan produksinya melalui pemanfaatan minyak sawit dan biomassa limbah sawit lainnya menjadi produk-produk bernilai tambah tinggi dan membuka peluang berdirinya industri baru. Dalam rangka hilirisasi kelapa sawit agar mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi, maka diperlukan inovasi teknologi dan produk baru yang dapat menyerap produksi CPO yang dihasilkan di dalam negeri.

Dalam rangka hilirisasi kelapa sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui Program Penelitian dan Pengembangan telah mendanai beberapa penelitian yang potensial, diantaranya adalah pengolahan CPO menjadi bensin nabati, green diesel, surfaktan untuk Oil Enhance Recovery, foaming agent untuk pemadam kebakaran, emulsifier MDAG untuk ingredient pangan dan komponen aktif parfum (civeton) dan feromonas. Dari hasil samping pengolahan CPO berupa PFAD telah dapat diolah menjadi  Calsium fat untuk pangan ruminansia, vitamen E dan magnesium stearat untuk farmasi, stabilizer pada thermal pipa PVC dan aditif untuk Bioplastik.

Dari bahan baku CPO telah dilakukan penelitian sebagai berikut:

  • Melalui teknologi perengkahan katalitik telah dihasilkan bensin nabati RON 110 dan sedang dikembangkan pilot plant bensin nabati kapasitas 10 liter/hari. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak bumi.
  • Melalui dekarboksilasi sabun logam berbasis minyak sawit telah dihasilhan diesel hijau sawit dengan angka setana 53,18. Saat ini sedang dikembangkan pabrik percobaan berkapatias 20 liter per hari. Pengembangan produksi dan pemanfaatan BBN tipe drop-in (biohidrokarbon) ini dapat mendukung program peningkatan biodiesel nasional karena dapat dicampurkan tanpa batasan kadar (bisa sampai 100 %).
  • Telah dikembangkan surfactant Metil Ester Sulfonant (MES) untuk meningkatkan produktivitas minyak di sumur tua akibat timbulnya deposit wax. Telah didirikan mini pabrik produksi surfaktan MES skala 1-3 ton per hari. Penggunaan surfaktan berbasis minyak sawit selain meningkatkan produksi minyak dalam negeri juga dapat juga meningkatkan kandungan lokal (local content) di industri perminyakan.
  • Telah dikembangkan foaming agent dari minyak sawit untuk aplikasi sebagai bahan pemadam. Penemuan ini diharapkan dapat membantu mengatasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya pada lahan gambut. Larutan foaming agent 3% yang dilarutkan dengan air gambut, mampu mereduksi waktu pemadaman hingga 60% dibandingkan dengan pemadaman yang hanya menggunakan air gambut saja.  Telah dikembangkan produksi konsentrat foaming agent skala 100 liter per hari
  • Telah dikembangkan proses sintesis Emulsifier Mono-diasilgliserol (MDAG) sebagai bahan tambahan pangan yang akan dikembangkan pada skala pilot 50-100 kg per hari. Penelitian sangat bermanfaat bagi industri pangan dimana sampai dengan saat ini kebutuhan emulsifier MDAG masih mengandalkan produk impor.
  • Telah diberhasil dilakukan sistesis komponen aktif parfum (civeton) dan feromonas melalui reaksi olefin metatesis. Bahan aktif parfum ini mempunyai nilai ekonomis dan permintaan yang sangat tinggi pada pasar internasional.

Sedangkan dari produk samping industry refinery berupa PFAD telah dilakukan penelitian sebagai berikut :

  • Telah dikembangkan teknologi produksi suplemen calcium fat pakan ternak ruminansia untuk meningkatkan produktivitas dari susu sapi perah. Telah dilakukan perancangan system peralatan skala pilot kapasitas 50 kg per hari
  • Telah dikembangkan proses produksi magnesium stearate dan vitamin E pada skala semi pilot 1-5 kg per hari. Magnesium stearate dan Vitamin E yang dihasilkan ditujukan untuk aplikasi pada industry dan farmasi
  • Telah dikembangkan teknologi produksi stabilizer termal PVC yang mampu menahan daya geser mulai kadar 1,0 phr. Telah dirancangan (basic engineering design/BED) pabrik stabiliser PVC dari PFAD kapasitas 8.000 kg/batch

Sedang dikembangkan emulsifier MDAG sebagai aditif antistatis untuk diaplikasikan dalam material biokomposit plastik ramah lingkungan.

 

by Arfie Thahar

Leave a Response