Opini Publik: DETEKA: Inovasi Alat Pendeteksi Kematangan Kakao Berbasis Mobile Application dengan Artificial Sensor untuk Optimalisasi Panen dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Opini Publik: DETEKA: Inovasi Alat Pendeteksi Kematangan Kakao Berbasis Mobile Application dengan Artificial Sensor untuk Optimalisasi Panen dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Gagasan “DETEKA” Sebagai Pendeteksi Kematangan Kakao demi Kesejahteraan Petani di Indonesia

Mengacu pada rancangan dokumen RPJPN 2025–2045, salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah lemahnya kapasitas ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) serta masih rendahnya produktivitas sektor pertanian. Pada komoditas perkebunan kakao, rendahnya produktivitas disebabkan oleh keterbatasan keterampilan petani dalam menentukan tingkat kematangan kakao dan minimnya adopsi teknologi. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas panen dan menurunnya daya saing kakao Indonesia di pasar global. Selain itu, pada agenda pembangunan ke-1 juga ditegaskan bahwa pembangunan bertujuan mewujudkan transformasi sosial dengan meningkatkan kualitas penghidupan manusia pada seluruh siklus kehidupan dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan kohesif.

Dasar kebijakan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2025-2045 serta potensi perkembangan teknologi saat ini menjadi dasar gagasan perencanaan inovasi “DETEKA”. Penulis merumuskan gagasan terkait pemanfaatan teknologi digital sebagai wadah
akses kamera pendeteksi, identifikasi, rekomendasi penanganan, dan pengingat waktu panen yang efektif serta efisien bagi petani di Indonesia.

 

Gambar 3. Desain Tampilan Awal “DETEKA”

(Sumber: Penulis, 2025)

Rancangan Inovasi Digital Pemerintah Indonesia melalui “DETEKA” Untuk Optimalisasi Pascapanen Petani Kakao

          Inovasi ini dipersembahkan untuk Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk optimalisasi pascapanen komoditas perkebunan kakao di Indonesia. Berikut merupakan skema desain sasaran dan pengelolaan aplikasi.

Gambar 4. Desain Sasaran dan Pengelolaan Aplikasi

(Sumber: Penulis, 2025)

 

          “DETEKA” dirancang dan dikelola secara langsung oleh pejabat pemerintah yaitu Badan Pengelola Dana Perkebunan. Sasaran utama dari “DETEKA” adalah komoditas kakao dan petani di Indonesia. Adapun sasaran akhir adalah masyarakat umum. Namun, pada intinya inovasi pada aplikasi ini ditujukan untuk mengoptimalkan panen kakao dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi yang tetap dikontrol oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan. Badan Pengelola Dana Perkebunan memiliki wewenang untuk memantau pada fitur di aplikasi demi keberlanjutan inovasi. Aplikasi ini menjadi solusi atas permasalahan kasus petani yang menggunakan cara tradisional untuk menentukan kematangan kakao. Terintegrasi dengan mobile application antara petani dengan komoditas kakao serta controlling dari pihak pemerintah diharapkan dapat menjadi solusi alternatif untuk mengoptimalkan pascapanen bagi komoditas kakao di Indonesia, serta tidak ada pihak yang dirugikan dan dapat menciptakan kesejahteraan bagi semua pihak. Selain itu, masyarakat umum dapat menikmati aplikasi  “DETEKA” melalui fitur yang tersedia untuk produk pertanian lainnya.

Gambar 5. Fitur – fitur Aplikasi “DETEKA”

(Sumber: Penulis, 2025)

          Perancangan aplikasi “DETEKA” menggunakan empat fitur yaitu Identifikasi, Pendeteksi, Rekomendasi, dan Pengingat. Petani dapat menikmati keempat fitur tersebut secara gratis dengan menginstal pada perangkat yang digunakan. Selanjutnya, melakukan registrasi akun menggunakan fitur sign up dan login seperti yang tertera pada tampilan awal aplikasi. Registrasi akun akan terkonfirmasi setelah berhasil mendaftar dan secara otomatis akan terverifikasi melalui email. Berikut penjelasan fitur aplikasi.

  1. Identifikasi.  Fitur ini membantu petani mengenali kondisi kakao melalui sistem artificial sensor sehingga dapat mengetahui kualitas kakao sejak tahap awal.
  2. Pendeteksi. Fitur ini berfungsi untuk menentukan tingkat kematangan kakao secara akurat, sehingga meminimalisir kesalahan dalam proses panen.
  3. Rekomendasi. Fitur ini dirancang untuk memberikan saran kepada petani apabila kakao sudah terlalu matang, sehingga tetap dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
  4. Pengingat. Fitur pengingat dapat menyediakan notifikasi otomatis saat kakao mencapai kematangan optimal, sehingga memastikan panen dilakukan tepat pada waktunya dan mendapatkan kakao yang memiliki kualitas hasil terjaga.

Melalui beberapa fitur di atas, aplikasi “DETEKA” tidak hanya memfasilitasi petani, namun dapat berkontribusi menciptakan ekosistem pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Adapun flowchart system kerja aplikasi “DETEKA” dapat dilihat pada lampiran 3.

Peran “DETEKA” dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia Tahun 2030

          “DETEKA” dikembangkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia tahun 2030 melalui pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian. Inovasi ini membantu petani meningkatkan akurasi panen, menjaga kualitas hasil, serta memperkuat posisi tawar mereka di pasar. Dengan demikian, “DETEKA” berkontribusi pada terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada target ke-2 yaitu zero hunger dan target ke-8 yaitu decent work and economic growth.

Gambar 6. Target ke-2 dan ke-8 dalam SDGs Tahun 2030

(Sumber: https://unosd.un.org/content/sustainable-development-goals-sdgs), Dimodifikasi oleh penulis, 2024)

 

 

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oleh:  Afan Rico Al Rauf
Penulis merupakan Juara III Lomba Esai BPDP Tahun 2025
Kategori: Mahasiswa
Subtema: Teknologi

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seluruh tulisan yang dipublikasikan dalam rubrik Perspektif Perkebunan merupakan karya dan tanggung jawab masing-masing penulis. Muatan, pendapat, analisis, data, informasi, serta kesimpulan yang disampaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak dapat diartikan sebagai sikap, kebijakan, atau pendapat resmi Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Penulis bertanggung jawab atas keakuratan, validitas, orisinalitas, dan legalitas seluruh materi yang disampaikan, termasuk pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait hak cipta, hak kekayaan intelektual, perlindungan data, serta ketentuan hukum lainnya. Apabila di kemudian hari timbul keberatan, klaim, sengketa, tuntutan, maupun konsekuensi hukum atas materi yang dipublikasikan, maka penyelesaiannya menjadi tanggung jawab penulis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.