BPDP Dorong UMKM Perkebunan Perkuat Brand dan Perluas Pasar Digital melalui Podcast Bincang UMKM di Roemah

BPDP Dorong UMKM Perkebunan Perkuat Brand dan Perluas Pasar Digital melalui Podcast Bincang UMKM di Roemah

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode III bertema “Dari Kebun ke Keranjang: Membangun Brand dan Menembus Pasar Digital” yang digelar pada Kamis (15/10).

Bertempat di Roemah UMKM BPDP SMESCO Indonesia, diskusi ini menghadirkan Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP (Helmi Muhansyah), CEO CV Surya Agro Nusantara- Alumni peserta  Inkubasi Bisnis UKMK Sawit BPDP  (Muhammad Abdu Shadli), serta CMO PT Export Tani Nusantara (Kayla Alma Musyaffa). Ketiganya berbagi perspektif mengenai dukungan pengembangan UMKM perkebunan, pengalaman membangun usaha berbasis produk turunan sawit, hingga strategi penguatan merek dan pemasaran digital.

Diskusi menyoroti pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam mengembangkan produk agar tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang tepat. Pemahaman terhadap keunggulan produk, penentuan target pasar, serta kemampuan mengomunikasikan nilai produk menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan calon pembeli.

BPDP terus mendukung peningkatan kualitas produk UMKM perkebunan melalui berbagai upaya pengembangan kapasitas dan penyediaan ruang promosi. Salah satunya melalui Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia yang menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus mempelajari pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan.

“BPDP akan terus mendukung agar produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar. Kami memiliki ruang dan fasilitas, salah satunya Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia, yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk mempromosikan produk UMKM berbasis komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao, sekaligus menjadi tempat untuk belajar dan mempraktikkan pengembangan produk,” ujar Helmi.

Salah satu kisah yang diangkat dalam diskusi ini adalah perjalanan Muhammad Abdu Shadli ,sebagai salah satu alumni peserta  Inkubasi Bisnis UKMK Sawit yang dilaksanakan BPDP bersama Universitas Andalas pada 2021dalam mengembangkan produk lidi sawit melalui CV Surya Agro Nusantara. Pengalaman tersebut menjadi contoh potensi pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan, termasuk bagaimana pelaku usaha dapat membaca peluang dan mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Perjalanan usaha Shadli berkaitan dengan program Inkubasi Bisnis UKMK Sawit yang dilaksanakan BPDP bersama Universitas Andalas pada 2021 menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya pembelajaran, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Dalam diskusi, pengembangan UMKM perkebunan menyoroti pentingnya pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku, konsistensi kualitas, dan kesiapan memenuhi kebutuhan pembeli dalam mengembangkan UMKM perkebunan. Selain itu, penguatan brand dan pemanfaatan pemasaran digital yang sesuai dengan target pasar menjadi strategi penting untuk memperkenalkan keunggulan produk, membangun kepercayaan konsumen, serta membuka peluang penjualan dan memperluas akses pasar.

Selain mendukung pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha, BPDP juga mendorong keterlibatan generasi muda untuk mengenal potensi komoditas perkebunan dan mengembangkannya menjadi produk bernilai tambah. Melalui berbagai kegiatan di Roemah UMKM, mahasiswa diajak mempelajari pemanfaatan komoditas perkebunan, termasuk kelapa sawit, menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik bagi konsumen.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi dan wirausaha baru di sektor perkebunan. Dalam kegiatan sebelumnya, Roemah UMKM juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa dari sejumlah kampus

Dukungan pengembangan wirausaha berbasis komoditas perkebunan salah satunya melalui The Plantationpreneurs Festival 2026. Program ini berbeda dari Inkubasi Bisnis UKMK Sawit BPDP bersama Universitas Andalas yang dilaksanakan pada 2021. Melalui The Plantationpreneurs Festival 2026,BPDP berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia  mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide usaha berbasis komoditas perkebunan agar lebih siap dipromosikan dan dikembangkan di pasar.

Melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah, BPDP menghadirkan ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi pelaku UMKM serta calon wirausaha di sektor perkebunan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pengembangan usaha, mendorong inovasi produk, serta membuka wawasan mengenai pentingnya strategi pemasaran dan akses pasar dalam meningkatkan daya saing UMKM perkebunan Indonesia.