HIP Biodiesel Desember 2018 Turun Jadi Rp6.589 per Liter

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan besaran Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN), yang meliputi biodiesel dan bioetanol periode Desember 2018. Terjadi penurunan harga biodiesel, terpengaruh oleh melemahnya harga Crude Palm Oil (CPO) dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Harga biodiesel ditetapkan sebesar Rp6.589 per liter atau turun sebesar Rp748 dari November 2018, yaitu Rp7.277 per liter. Harga tersebut masih belum termasuk dengan perhitungan ongkos angkut, yang berpedoman pada Keputusan Menteri ESDM No.350 K/12/DJE/2018.

Dalam keterangan pers, Senin (10/12/2018), Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM menyebutkan harga tersebut berlaku juga untuk pelaksanaan program mandatori B-20 atau campuran Biodiesel ke Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 20%.

Penurunan HIP biodiesel ini terjadi akibat menurunnya harga minyak kelapa sawit pada perhitungan yang tertera pada ketentuan Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 5675/12/DJE/2018.

HIP biodiesel ini ditopang oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) sepanjang 25 Oktober 2018 hingga 24 November 2018 sebesar Rp 6.086 per kilogram (kg). Penurunan harga terjadi pula pada HIP bioetanol.

Sementara itu, HIP bioetanol ditetapkan sebesar Rp 10.362 per liter setelah pada bulan November berada di level Rp 10.457 per liter. Faktor penurunan ini ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 Juli 2018 – 24 November 2018 tercatat sebesar Rp 1.611 per kg ditambah besaran dolar Amerika Serikat, yaitu US$0,25 per liter dikali 4,125 kg per liter.

HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan sekali oleh Direktur Jenderal EBTKE. ***

Leave a Response