Pelapah Kelapa Sawit Jadi Piring Cantik yang Menjanjikan

0
484

POHON dan kebun kelapa sawit memiliki banyak manfaat. Selain buahnya yang diproduksi menjadi minyak kelapa sawit, masyarakat pun bisa membudidayakan ikan di kanal perkebunan. Bahkan pelepahnya bisa dimanfaatkan untuk membuat beragama barang. Salah satunya adalah piring yang terbuat dari anyaman lidi pelepah kelapa sawit.

Inspirasi membuat piring dari pelepah kelapa sawit ini sudah dilakukan oleh sejumlah masyarakat dari Perkebunan kelapa sawit di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Warga desa ini juga memanfaatkan lidi pelepah kelapa sawit untuk dianyam menjadi  piring cantik.

Menurut Susmita, salah satu ibu rumah tangga dan warga Sumber Agung ,  pelepah sawit ini biasanya hanya menjadi sampah dan dibakar. Namun saat ini lidinya bisa diambil lalu dibersihkan dan menjadi bahan baku untuk membuat piring. “Biasanya piring ini dipakai untuk acara pernikahan atau acara formal lainnya,” ujar Susmita sebagaimana diberitakan Jamberita.com.

Para pengrajin piring dari pelepah sawit mengaku mendapatkan bahan baku yang digunakan  yaitu  lidi pelepah sawit dari perkebunan sawit di sekitar rumah atau pun lahan perkebunan lainnya yang selama ini tidak terpakai. “Selain menjadi pupuk kompos pelepah kelapa sawit juga bisa dijadikan anyaman yang dapat menambah pendapatan ibu-ibu,” ujarnya.

Ia menjelaskan kerajinan tersebut berawal sejak empat tahun lalu dari adanya salah satu ibu PKK yang mengikuti pelatihan di kecamatan. Setelah pelatihan berakhir keterampilan ini terus dipraktekkan sampai sekarang, agar hasilnya lebih baik lagi. Selain itu ia mengatakan biasanya untuk bahan baku ada yang mengerjakan sendiri dan ada juga didapat dari warga sekitar desa atau membeli dari warga yang memang khusus bertugas meraut lidi hingga siap dipakai.

Pendapatan tambahan dari kerajinan ini dirasakan cukup untuk membantu pendapatan warga masyarakat di Sumber Agung. Menurut Bendahara PKK Desa Sumber Agung, Jumilah, penghasilan dari anyaman tersebut tergantung berapa jumlah piring yang bisa dibuat. “Jika bahan baku ada, maka produksinya bisa banyak, butuh waktu meraut hingga lidinya menjadi putih terlebih dahulu, setelah itu barulah dirajut,” ucap Jumilah.

Menurut Jumilah rata-rata pendapatan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang membuat kerajinan anyaman piring itu mencapai Rp200 ribu per bulan. Namun jika bisa diproduksi secara lebih massal dan melibatkan pemasaran yang lebih professional, bukan tidak mungkin pendapatan mereka akan lebih berkembang.

Jumilah menjelaskan untuk membuat satu piring anyaman memerlukan  bahan baku sebanyak 98 lidi. Sedangkan untuk 100 lidi harga bahan bakunya sebesar Rp2.500. Lalu setelah jadi piring dijual seharga  Rp8.000. Jika ada pesanan khusus dapat membuat 200 piring per bulan atau bahkan lebih.  Melihat lahan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas di beberapa daerah, pemanfaatan pelepah kelapa sawit ini bisa terus ditingkatkan. Tentunya juga perlu muncul inovasi-inovasi baru, tak hanya memproduksi piring anyaman, namun juga peralatan rumah tangga lain yang hampir serupa. Bahkan bisa pula dijadikan sebagai souvenir yang menjadi ciri khas daerah penghasil sawit. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini