Peserta Journalist Fellowship Program Kunjungi Kebun Sawit di Kalbar

SEBANYAK sepuluh jurnalis nasional melakukan kunjungan lapangan ke perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh PT Paramitra Internusa Pratama (PIP) di Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, untuk memperdalam pengetahuan mengenai kelapa sawit.

Kunjungan pada 6 hingga 8 Agustus 2019 itu merupakan bagian dari rangkaian Journalist Fellowship Program gelombang II yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Di lokasi perkebunan, para peserta memperdalam pengetahuan mengenai berbagai aspek sawit berkelanjutan, mulai dari pengelolaan kebun, tata cara panen, proses produksi CPO, kemitraan dengan petani plasma, hingga aspek pengelolaan limbah dan lingkungan.

Mereka mendapatkan penjelasan mengenai aspek pengelolaan dan pemeliharaan kebun serta pemeliharaan lingkungan yang menerapkan prinsip berkelanjutan. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan pengembangan sosial ekonomi masyarakat di sekitar perkebunan melalui program-program CSR perusahaan.

Terkait dengan kondisi saat ini yang memasuki musim kemarau, PT PIP juga menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui prosedur-prosedur mitigasi risiko yang ketat di lokasi perkebunan serta pendampingan masyarakat di sekitar perkebunan untuk mengubah kebiasaan pembukaan lahan masyarakat dengan metode pembakaran dengan metode yang lebih aman.

PT PIP merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang menerapkan prinsip berkelanjutan serta menerapkan program pemeliharaan lingkungan yang melibatkan warga sekitar. Sejak 2016, PT PIP membina warga melalui program Kebun Sayur Pekarangan (KSP), yakni sebuah upaya untuk mengurangi risiko kebakaran melalui pola pertanian ramah lingkungan, sekaligus untuk membangun ketahanan pangan.

Journalist Fellowship Program merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BPDPKS bagi jurnalis dari berbagai media nasional untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan teknis mengenai sawit. Program yang dilangsungkan dalam beberapa gelombang ini terbuka untuk diikuti jurnalis nasional dan pada setiap gelombang jumlah peserta dibatasi hanya 10 orang. Para peserta juga dapat memanfaatkan pembekalan dan kunjungan lapangan untuk pengumpulan bahan bagi penulisan karya jurnalistik. ***

Leave a Response