Riset Global: Indonesia Sukses Cegah Deforestasi

0
268

INDONESIA tercatat berhasil melindungi hutan dibandingkan dengan negara tropis lain. Selama 2017, tingkat kehilangan tutupan pohon di hutan primer Indonesia berhasil diturunkan hingga 60 persen , bahkan di kawasan lahan gambut tingkat kehilangan turun hingga 88 persen pada periode 2016-2017. Angka pesentase itu merupakan catatan yang terendah selama ini.

Hal tersebut terungkap dalam data terbaru dari University of Maryland yang dirilis pada 27 Juni 2018 oleh lembaga riset World Resources Institute (WRI) pada Oslo Tropical Forest Forum. Disebutkan, penurunan angka kehilangan tutupan hutan di Indonesia merupakan keberhasilan kebijakan moratorium pemanfaatan lahan gambut yang diluncurkan pada 2016.

Meskipun demikian, di Sumatera masih terjadi kehilangan tutupan lahan, termasuk di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sekitar 7.500 hektare. Sebaliknya, di Kalimantan dan Papua terjadi penurunan yang signifikan.

Pengaruh dari kondisi alam juga turut mempengaruhi karena tahun 2017 merupakan tahun tanpa El Nino yang ditandai cuaca cenderung basah sehingga tingkat kebakaran hutan di Indonesia menjadi lebih sedikit. Selian itu, kampanye kesadaran lingkungan dan peningkatan penegakan hukum juga turut berpengaruh dalam mencegah kebakaran hutan.

Sementara itu, negara tropis lainnya justru menunjukkan peningkatan kehilangan tutupan pohon. Brasil merupakan yang tertinggi dengan tingkat kehilangan tutupan pohon mencapai 4,5 juta hektare selama 2017, diikuti Republik Kongo dengan 1,5 juta hektare. Kongo pada dasarnya sudah menghentikan penebangan hutan untuk industri sejak 16 tahun lalu. Namun, pada periode 2016-2017 masih mengalami kehilangan tutupan pohon akibat pemberian konsesi kepada perusahaan kayu gelondongan China.

Kolombia juga tercatat malah mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat selama 2017 dibandingkan 2015. Deforestasi di Kolombia terjadi setelah berakhirnya perang saudara yang mendorong pembukaan lahan untuk peternakan, pertambangan, perkebunan kedelai, perdagangan kayu gelondongan, dan lain-lain.

Kepulauan Dominika juga demikian, kehilangan 32 persen hutannya akibat bencana badai siklon tropis pada 2017. Sedangkan Puerto Riko kehilangan 10 persen. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini