Indonesia Minta Argentina Turunkan Bea Masuk Sawit

0
314
Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi, bertemu Menteri Luar Negeri Argentina, Jorge Faurie, di Palacio San Martin, Buenos Aires (22/5).​ (Foto: Kemenlu)

INDONESIA meminta Argentina serta negara-negara MERCOSUR untuk menurunkan tarif atau bea masuk bagi produk kelapa sawit Indonesia. Permintaan disampaikan karena bea masuk untuk sawit Indonesia masih sangat tinggi sehingga daya saing produk sawit Indonesia di kawasan itu menjadi rendah.

MERCOSUR adalah organisasi negara-negara di Amerika Selatan yang terdiri dari Argentina, Brazil, Paraguay, Uruguay, and Venezuela. “Kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia, Indonesia berharap tarif bagi produk kelapa sawit negara MERCOSUR, termasuk Argentina, dapat diturunkan,” tutur Menlu Retno.

Selain mendorong akses pasar kelapa sawit, Menlu RI juga menyampaikan potensi besar untuk melakukan diversifikasi produk dalam perdagangan RI – Argentina. Selain produk konsumer seperti alas kaki, pakaian, dan peralatan elektornik, Indonesia juga memiliki industri strategis yang cukup maju.

“Industri strategis Indonesia semakin maju, dengan kualitas yang baik dan banyak diminati oleh berbagai negara. Indonesia berharap Argentina juga dapat membeli berbagai produk industri strategis dari Indonesia,” ujar Menlu Retno.

Dalam pertemuan, Menlu RI menyampaikan bahwa Argentina merupakan mitra dagang ke-2 terbesar di wilayah Amerika Selatan, dengan nilai perdangan mencapai US$ 1,42 mili​ar pada tahun 2017. Menlu RI menekankan nilai tersebut masih belum merefleksikan potensi hubungan perdagangan kedua negara, yang masih terbuka lebar. Dalam kaitan ini, Indonesia mendorong Argentina untuk mengurangi dan menghapuskan berbagai hambatan tarif dan non-tarif bagi produk Indonesia di pasar Argentina. (Sumber: Kemenlu)***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini