Malaysia-Indonesia Berkomitmen Lawan Kampanye Hitam Sawit

0
296
Presiden Joko Widodo bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad saat veranda talk pada kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jumat (29/6/2018). (Foto: Republika/Wihdan)

PERLAKUAN Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit yang selama ini menjadi komoditas ekspor utama dari Indonesia dan Malaysia dinilai tak adil. Beberapa negara di kawasan tersebut, tengah gencar melakukan kampanye hitam produk sawit dan tuduhan miring terhadap usaha perkebunan kelapa sawit.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan siap mendukung Indonesia untuk bekerja sama melawan kampanye negatif tersebut. “Kita menghadapi masalah yang sama, umpamanya ekspor minyak kelapa sawit sekarang ini diancam oleh Eropa. Kita perlu bersama-sama melawan,” kata Mahathir Dalam pernyataan pers bersama Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018).

Menurut Mahathir, Eropa secara terstruktur telah membuat kampanye hitam terhadap kelapa sawit Indonesia dan Malaysia. Salah satunya dalam kampanye itu disebutkan jika keberadaan sawit di negara-negara tersebut justru merusak lingkungan yakni hutan. “Dia memiliki kesan yang buruk dalam hal iklim. Ini tidak benar sama sekali,” kata Mahathir.

Sebaliknya, Mahathir menilai Eropa justru lebih dulu merusak lingkungan. “Kita semua ingat bahwa di Eropa, negara mereka juga dahulu ditutupi hutan tapi mereka sudah tebang hampir semua hutan mereka. Tidak ada yang bisa membantah,” kata Mahathir.

Mahathir juga menyebut, kampanye hitam terhadap kelapa sawit dilandasi persaingan bisnis, yakni antara sawit dengan minyak nabati lain di Eropa. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini