Ekspor Minyak Sawit Semester I 2019 Naik 10%

EKSPOR minyak sawit Indonesia mencatat kenaikan pada semester I 2019 di tengah hambatan perdagangan dan situasi global yang kurang mendukung. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, selama Januari hingga Juni 2019, ekspor minyak sawit yang terdiri dari CPO dan produk turunannya, biodiesel, serta oleokimia naik 10% menjadi 16,84 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebesar 15,30 juta ton.

Dalam keterangan persnya, Gapki menyampaikan kenaikan volume ekspor ini seharusnya masih bisa dipacu lebih tinggi lagi, namun beberapa hambatan dagang membuat kinerja ekspor tidak maksimal.

Selama semester I 2019, volume ekspor khusus CPO dan turunannya saja (tidak termasuk biodiesel dan oleokimia) naik 7,6% dari 14,16 juta ton pada Januari – Juni 2018, menjadi 15,24 juta ton pada periode yang sama 2019.

Volume ekspor Indonesia khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 mengalami penurunan hampir di semua negara tujuan utama ekspor Indonesia kecuali China. Semester I 2019, China membukukan impor CPO dan turunannya (tidak termasuk biodiesel dan oleokimia) sebanyak 39% atau dari 1,82 juta ton periode Januari – Juni 2018 melambung menjadi 2,54 juta ton pada periode yang sama 2019.

Peningkatan permintaan dari China merupakan salah satu dampak dari perang dagangnya dengan AS sehingga China mengurangi pembelian kedelai secara signifikan dan menggantikan beberapa kebutuhan dengan minyak sawit.

Sementara volume ekspor Indonesia khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 ke Uni Eropa naik tipis 0,7% atau dari 2,39 juta ton pada periode Januari – Juni 2018 menjadi 2,41 juta ton periode yang sama 2019.

Sedangkan volume ekspor khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 ke India turun 17% dari 2,5 juta ton semester I 2018 menjadi 2,1 juta ton periode yang sama 2019. Penurunan juga diikuti oleh Amerika Serikat 12%, Pakistan 10% dan Bangladesh 19%. **

 

Leave a Response