Devisa dari Kelapa Sawit Bisa Topang Kurs Rupiah

0
342
Foto: sindonews

Kelapa sawit bisa menjadi penyelamat kurs rupiah yang saat ini tengah rawan anjlok terhadap kurs dolar AS. Lewat ekspor kelapa sawit maka nilai ekspor Indonesia diperkirakan bisa mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp 252 triliun pada 2017.

Tentunya pendapatan devisa Indonesia akan semakin besar jika pemerintah dan pihak swasta juga menambah ekspor barang turunan kelapa sawit. Lewat cara ini cadangan devisa akan semakin kuat yang dapat dimanfaatkan untuk stabilisasi kurs rupiah.

“Kalau Indonesia tidak hanya menjadi produsen tapi juga melakukan hilirisasi tentunya akan membuat neraca perdagangan surplus, sehingga memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah,” kata Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta, Selasa (8/5/2018).

Jika program hilirisasi ini dilakukan, maka diperlukan proses nilai tambah sawit yang klak berdampak pada neraca perdagangan sehingga terjadi surplus. Arif memperkirakan pada 2020, konsumsi kelapa sawit akan mencapai sekitar 40 juta ton. Biasanya kelapa sawit digunakan sebagai bahan baku biodiesel, minyak goreng, margarin darn shoreting, crude palm oil (CPO), hingga oleochemical.

“Ini merupakan potensi yang sangat besar sekali. Jangan sampai peluang ini justru dimanfaatkan oleh pesaing kita yang sebenarnya sumber dayanya jauh di bawah Indonesia,” ucapnya.

Selain itu pemerintah RI juga harus melakukan diplomasi perdagangan untuk mendorong ekspor CPO dan produk turunannya. Selain itu, implementasi kebijakan, kolaborasi riset dan pengembangan, promosi, dan pemasaran juga dibutuhkan oleh pelaku industri untuk dapat memperluas pangsa pasarnya, termasuk meningkatkan daya saing di industri hilir kelapa sawit. Industri kelapa sawit Malaysia yang didukung dengan kegiatan penelitian dan pengembangan yang mapan, kini industri hilirnya sangat bagus. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini