BPDPKS dan Tim Negosiasi Sawit Lanjutkan Kunjungan ke Den Haag

0
254

TIM Negosiasi RI dalam Perundingan Pembatasan Produk Kelapa Sawit melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Uni Eropa dengan mengunjungi Den Haag, Belanda, Kamis (26/4/2018). Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Dono Boestami berada dalam tim tersebut menemui sejumlah kalangan terkait.

Setelah berkunjung ke Vatikan, pada Kamis 26 April 2018, tim melanjutkan kunjungan ke Den Haag, antara lain untuk menemui Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Sigrid Kaag.

Tim Negosiasi yang dipimpin Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan itu menyampaikan sejumlah hal terkait pembatasan produk kelapa sawit oleh Uni Eropa, termasuk pembatasan biodiesel berbahan dasar sawit. Menanggapi hal tersebut, Menteri Sigrid Kaag menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk menyelesaikan beberapa masalah kelapa sawit terkait lingkungan hidup. Belanda bersedia membantu petani sawit dalam mewujudkan pertanian berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Menteri Kaag mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan Indonesia dalam melakukan pertemuan-pertemuan dan menjelaskan situasi Indonesia secara umum dan kelapa sawit Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut Menko Luhut juga menyinggung tentang seminar yang difasilitasi oleh Vatikan di Roma Mei mendatang untuk membahas kelapa sawit dan dampaknya terhadap perdamaian dan kemanusiaan. Menteri Kaag menyatakan niatnya untuk hadir.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Vatikan, Rabu (25/4/2018), Luhut dan Direktur Lembaga Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian, Kardinal Peter Turkson sepakat untuk memfasilitasi seminar bertema Palm Oil Alliance for Humanity and Peace.

Selain sawit, hal lain yang dibicarakan adalah upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi beberapa masalah lingkungan, salah satunya Sungai Citarum. Menteri Kaag juga menawarkan untuk mambantu Indonesia dalam melakukan manajemen pengolahan dan daur ulang limbah plastik.

Dari Den Haag, siang harinya Tim Negosiasi bertolak ke Berlin, Jerman.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini