BPDPKS Gelar Pekan Riset Sawit Indonesia 2018

0
67

BADAN Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2018 dengan tema Inovasi Teknologi Mendukung Sawit Indonesia Berkelanjutan. Kegiatan untuk mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit ini dilangsungkan di Bandung, Jawa Barat, 13-15 Februari 2018.

Dalam keterangan persnya, Selasa (13/2/2018), Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami mengungkapkan terdapat sejumlah tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan yang didorong BPDPKS ini. Yakni, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, meningkatkan aspek keberlanjutan, dan mendorong penciptaan produk/pasar baru untuk produk kelapa sawit dan turunannya.

Hasil-hasil riset yang didukung oleh BPDPKS ini diharapkan dapat dimanfaatkan baik oleh industri, pemerintah maupun oleh petani.  “Acara hari ini, diharapkan untuk mendorong budaya riset di sektor kelapa sawit, dan mudah-mudahan juga mampu mendorong budaya riset di sektor-sektor terkait lainnya,” tegas Dono Boestami.

Penyelenggaraan PERISAI kali ini merupakan yang kedua dan menampilkan 22 hasil penelitian. Antara lain, hasil penelitian mengenai teknologi-teknologi dan produk terbaru, seperti CNC, Bio BTX, Stabilizer Thermal PVC, magnesium stearate, dan foaming agent untuk pemadam kebakaran.

Terdapat pula prototype/pilot plant produksi biogasolin, lemak kalsium; paket teknologi pemanfaatan limbah sawit zero waste; bibit sawit high yield dan high olec acid, biosilica untuk cekaman kekeringan; dan aplikasi penentuan umur panen sawit dan model pencegahan kebakaran lahan gambut.

Dono Boestami mengatakan riset merupakan salah satu elemen penting dalam pengembangan sektor kelapa sawit. Karena itu, riset harus menjadi salah satu bagian dari proses utama dari upaya pengembangan sektor kelapa sawit.

“Riset harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh sektor kelapa sawit saat ini, seperti masalah rendahnya produktivitas petani swadaya, penggunaan teknologi yang belum merata serta kualitas SDM yang masih perlu diperbaiki.”

Skala Internasional

Sejak BPDPKS berdiri pada 2015, telah dilakukan penelitian dan pengembangan atas kerjasama BPDPKS dengan lebih dari 24 universitas negeri dan swasta, 13 lembaga pendidikan non perguruan tinggi, 127 peneliti senior, serta 146 Mahasiswa. Dari berbagai akivitas tersebut dihasilkan 115 kontrak penelitian sawit, 101 publikasi ilmiah nasional dan internasional, 11 paten, dan penerbitan tiga buku.

Di masa mendatang, BPDPKS berharap bisa meningkatkan level kegiatan penelitian dan pengembangan pada skala internasional. “Kami telah dan akan terus menjajaki kemungkinan untuk bekerjasama dengan berbagai lembaga penelitian dan universitas terpandang di dunia untuk memberikan nilai tambah bagi kegiatan riset sektor sawit Indonesia,” tegas Dono.

Pekan Riset Sawit  pertama dilakukan pada 2016, menampilkan 46 hasil penelitian. Antara lain, helm filler serat, bioplastik dari tandan kosong kelapa sawit, paket tekonologi papan laminasi menggunakan batang kelapa sawit, surfaktan anionik dari minyak sawit untuk peningkatan produksi minyak bumi di lapangan tua, aplikasi sawit pada smartphone dan lain-lain.

Pada periode 2015-2016 BPDPKS telah menyeleksi 600 proposal dan disetujui untuk didanai sebanyak 71 proposal  atau kurang lebih sebanyak 12%. Pada 2017 telah disusun roadmap riset sawit, pendanaan akan lebih selektif yaitu dengan menetapkan penelitian-penelitian prioritas yang akan didanai oleh BPDPKS.

Pekan riset ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peneliti sawit Indonesia dengan pihak-pihak pemangku kepentingan sawit sehingga hasil penelitan ini dapat menjadi bermanfaat bagi industri dan masyarakat luas.

Ruang lingkup penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh BPDPKS saat ini termasuk dalam bidang lingkungan, pangan, budidaya, oleokimia/biomaterial, pasca panen dan pengolahan, bioenergi, sosial ekonomi dan pengembangan pasar.  ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini