185 Ribu Ha Sawit Diremajakan Tahun Ini

0
282

PROGRAM peremajaan tanaman (replanting) kelapa sawit milik rakyat kembali akan dilakukan dalam tahun ini, mencakup lahan seluas 185.000 hektare. Replanting dilakukan karena lahan mayoritas lahan sudah tidak lagi produktif.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengungkapkan usia tanaman kelapa sawit tersebut sudah tua, mencapai lebih dari 25 tahun. Selain itu, benih yang digunakan juga bukan merupakan bibit bersertifikat, melainkan bibit asalan. Kondisi ini menyebabkan tanaman tersebut tidak lagi produktif.

Selama 2017, program replanting telah dilaksanakan di dua provinsi, yakni di Sumatera Selatan pada lahan seluas 4.446 hektare dan di Sumatera Utara seluas 9.109 hektare. Untuk tahun ini, peremajaan akan dilakukan di 20 provinsi, dimulai dari Riau.

“Untuk replanting perkebunan kelapa sawit milik petani tahun 2018 ini seluas 185.000 ha. Namun, untuk melakukan itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sehingga replanting ini harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Bambang dalam seminar bertema Kiat Sukses Replanting dan Meningkatkan Produktivitas Sawit Secara Berkelanjutan di Jakarta, (21/2/2018), sebagimana diberitakan Sindonews.

Menurutnya, program replanting ini akan dilaksanakan bekerjasama dengan pemangku kepentingan kelapa sawit. Replanting perlu dilaksanakan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sebab, produktivitas lahan milik petani rakyat itu di bawah 20 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun. Produktivitas itu jauh di bawah perkebunan perusahaan swasta yang bisa mencapai 30 ton TBS per hektare per tahun.

Data Ditjen Perkebunan menunjukkan pada 2017 total luas perkebunan kelapa sawit nasional mencapai 14,02 juta ha. Kebun tersebut terbagi atas perkebunan swasta, BUMN dan kebun milik rakyat/petani. Dari jumlah itu, sebanyak 5 juta hektare merupakan kebun milik petani.  ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini