Kampanye Negatif Berdampak pada Ekspor Sawit

0
119
Kepala BPS Suhariyanto. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

BERBAGAI kampanye negatif yang dilakukan sejumlah lembaga di Uni Eropa dan terhadap produk minyak kelapa sawit (CPO) dari Indonesia mulai berdampak pada penurunan ekspor produk tersebut ke sejumlah negara. Fakta ini diungkap oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

“Ada dampak pengaruhnya kepada ekspor CPO. Ekspor CPO dan produk turunannya yang tercatat pada Mei 2018 ini mengalami penurunan bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Suhariyanto di Jakarta, (25/6/2018).

Beberapa negara yang mulai mengurangi impor CPO dari Indonesia antara lain India, Spanyol, Italia, dan Belanda.  Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) juga mencatat kinerja ekspor minyak kelapa sawit dan produk turunannya pada Januari-April 2018 mengalami penurunan sebesar 4% dari periode yang sama tahun lalu.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di Jakarta, Rabu (30/5/2018), menyebutkan ekspor minyak sawit hingga April 2018 hanya mencapai 10,20 juta ton, sedangkan pada 2017 mencapai 10,70 juta ton.  “Di samping karena ekspor kita turun 4%, tahun ini harga lebih rendah dari tahun lalu rata-ratanya sekitar 10% lebih rendah sehingga berdampak pada pencapaian nilai ekspor kita,” kata Joko.

Nilai ekspor pada Januari-April 2018 turun sekitar 13% menjadi US$ 7,04 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 8,06 miliar.  Khusus pada April 2018, volume ekspor minyak sawit total termasuk biodiesel, oleofood dan oleochemical membukukan penurunan sebesar 5% atau dari 2,53 juta ton.

Negara-negara tujuan utama, yakni China, India, Uni Eropa dan Amerika Serikat, pada April 2018 mengalami penurunan impor sehingga berdampak pada nilai ekspor minyak sawit nasional. ***

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini