Insentif Biodiesel Tekan Impor Solar

0
183
Direktur Penyaluran Dana BPDPKS Edi Wibowo

PENGGUNAAN biodiesel di dalam negeri telah memberikan kontribusi positif dalam menekan impor bahan bakar solar. Penggunaan biodiesel yang penyalurannya didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berupa pemberian insentif itu mampu menghemat devisa hingga Rp30 triliun.

Menurut Direktur Penyaluran Dana BPDPKS Edi Wibowo sejak implementasi program mandatori B20 pada 2015 hingga April 2018, tercatat pemanfaatan B20 mampu mengurangi impor jenis solar hingga 5,88 juta kilo liter.

Program mandatori B20 merupakan sebutan untuk biodiesel hasil campuran solar dengan bahan bakar nabati sebesar 20%. “Penyaluran biodiesel yang didukung dana sawit sebesar 5,88 juta kilo liter menghasilkan penghematan devisa negara sebesar Rp30 triliun pada periode Agustus 2015 hingga April 2018,” ujar Edi.

Program mandatori biodiesel turut berkontribusi mengurangi impor solar sekitar 3 juta kilo liter per tahun. Dengan demikian, dana negara yang bisa dihemat bisa mencapai Rp14,83 triliun per tahun karena tidak ada impor solar sekitar 3 juta kilo liter.

Tahun ini pemerintah menerapkan mandatori biodiesel pada kereta api secara bertahap yang dimulai dengan penggunaan B5. Kemudian juga akan memperluas program mandatori biodiesel ke sektor non PSO yang dimulai dari sektor industri tambang dengan penggunaan B15.

Adanya perluasan tersebut diperkirakan konsumsi biodiesel tahun ini akan meningkat sekitar 3,2 juta kilo liter hingga 3,5 juta kilo liter. Jika terealisasi akan ada potensi pengurangan impor solar hingga 3,5 juta kilo liter tahun ini. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini