Indonesia Harapkan Hubungan Sejajar dengan Uni Eropa

0
93

PEMERINTAH menyampaikan keinginan untuk membina hubungan kemitraan yang sejajar dengan Uni Eropa dalam kaitan perdagangan produk kelapa sawit.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Negosiasi RI dalam Perundingan Pembatasan Penggunaan Produk Turunan Kelapa Sawit Luhut B. Panjaitan kepada pers di Brussel Press Club, Brussel, Belgia, Senin (23/4/2018).

Luhut menyampaikan Pemerintah Indonesia meminta Uni Eropa untuk menjalin hubungan perdagangan yang saling memuaskan semua pihak. Indonesia tidak ingin melihat tindakan Parlemen Uni Eropa yang menyetujui penghentian penggunaan biodiesel berbahan dasar kelapa sawit sebagai tindakan diskriminatif.

“Kami tidak ingin melihat ini sebagai tindakan diskriminasi. Dalam prosesnya kami ingin membangun dialog antara mitra. Kami harap keputusan yang diambil nantinya bisa memuaskan semua pihak,” ujar Luhut.

Menurutnya, kelapa sawit bagi Indonesia merupakan komoditas strategis yang menyangkut kepentingan rakyat. Hal inilah yang juga ditegaskan kepada Uni Eropa. “Minyak kelapa sawit bukan isu, tapi lebih ke persoalan kemiskinan. Menurut riset Universitas Stanford, kelapa sawit mampu mengurangi kemiskinan hingga 10 juta orang. Sebanyak 51% lahan kelapa sawit dikuasai oleh petani dan lebih dari 16 juta orang bergantung pada kehidupannya pada sawit,” tegas Luhut yang juga Menko Kemaritiman.

Hadir dalam jumpa pers tersebut Staf Khusus Menko Kemaritiman Purbaya Sadewa, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Dono Boestami, Dubes RI di Brussel dan Uni Eropa Yuri O. Thamrin, dan Dubes RI di Berlin Arif Havaz Oegroseno. ** (ANW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini