Indonesia Ajak ASEAN, Uni Eropa Cegah Proteksionisme Terhadap Sawit

0
1652

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali mengkampanyekan anti proteksionisme terhadap komoditas perdagangan, termasuk kelapa sawit. Retno mengajak komunitas ASEAN dan Uni Eropa untuk mengedepankan prinsip-prinsip multilateralisme.

“Ini harus tercermin dengan kebijakan yang konsisten, termasuk dalam konteks kelapa sawit,” ujar Retno pada Pertemuan Menteri Luar Negeri antara ASEAN dan UE di Singapura, (3/8/2018).

Dalam keterangan pers yang dipublikasikan Kemlu.go.id  (5/8/2018), Retno menyebutkan terdapat potensi diskriminasi terhadap kelapa sawit oleh Uni Eropa. Menurutnya, Indonesia mengikuti dengan seksama hasil kesepakatan Trilog UE untuk Renewable Energy Directive (RED) II pada Juni 2018.

“Ada potensi diskriminasi kelapa sawit dengan penerapan sejumlah kriteria yang bias untuk biofuel, antara lain dengan membedakannya berdasarkan tinggi rendahnya resiko emisi karbon pada skema Indirect Land Used Changed (ILUC),” tegas Retno.

Menurut Delegasi Indonesia, isu minyak kelapa sawit harus dibahas secara bijak karena mata pencaharian lebih dari 5 juta petani kecil di ASEAN bergantung pada kelapa sawit. “Kelapa sawit sangat penting perannya dalam mendukung upaya kita meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tidak mungkin kita membahas permasalahan ini tanpa mempertimbangkan elemen-elemen terkait pemenuhan Sustainable Development Goals. Untuk itu, Indonesia kembali mengajak UE untuk bersama-sama membangun standar sustainability seluruh minyak nabati yang inklusif, SDGs Compliance on Vegetable Oils,” jelas Menlu Retno.

Pernyataan Menlu Retno tersebut juga didukung oleh Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah yang juga mengangkat isu kelapa sawit. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar Anda
Tulis nama anda disini